Ning Ita sidak di ritel modern dan pasar tanjung anyar. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok dan barang penting. Pemantauan dilakukan di Pasar Tanjung Anyar serta sejumlah ritel modern seperti Sanrio dan Superindo, Selasa (4/3).
Sidak tersebut dipimpin Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, yang akrab disapa Ning Ita. Ia didampingi Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi, Sekretaris Daerah Gaguk Tri Prasetyo, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI-Polri, serta perwakilan BPOM.
Sebagai pasar induk di Kota Mojokerto, Pasar Tanjung Anyar menjadi fokus utama pemantauan, terutama terkait stok dan keterjangkauan harga sembako. Dari hasil pengecekan sementara, pasokan dinilai mencukupi dan distribusi relatif lancar.
“Selama pasokan jelas dan distribusi aman, harga juga relatif terkendali. Jika tidak ada gangguan distribusi dari daerah produsen ke Kota Mojokerto, insyaallah ketersediaan tetap aman,” ujar Ning Ita.
Tak hanya menyoroti harga dan stok, wali kota juga memberikan perhatian pada aspek keamanan pangan, khususnya produk makanan beku (frozen food) yang kini semakin diminati masyarakat.
“Pola hidup masyarakat berubah menjadi lebih praktis dan cepat. Banyak keluarga memilih makanan frozen untuk kebutuhan sehari-hari. Karena itu, kami memberi atensi khusus terhadap keamanan produk-produk tersebut,” jelasnya.
Dalam sidak itu, tim turut memeriksa sistem penyimpanan makanan beku di swalayan, termasuk kesesuaian suhu pendingin. Ia menekankan bahwa suhu penyimpanan sangat menentukan kualitas dan keamanan pangan.
“Kami pastikan suhu cooler sesuai standar. Jika penyimpanan tidak mengikuti anjuran pada kemasan, kualitas makanan bisa menurun bahkan berisiko bagi kesehatan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sesuai ketentuan keamanan pangan, setiap produk dalam pendingin wajib disertai pencatatan suhu sedikitnya dua kali sehari. Dokumentasi tersebut akan diperiksa untuk memastikan prosedur dijalankan dengan benar.
Dalam sidak tersebut, petugas juga mendapati satu produk yang perlu pemeriksaan lanjutan. Sampel produk itu akan diuji di laboratorium guna memastikan kelayakan dan keamanannya.
“Kalau ada yang dicurigai, tentu harus diuji di laboratorium. Tidak cukup hanya melihat secara kasat mata, harus melalui uji resmi,” tegasnya.
Pemkot Mojokerto menegaskan pengawasan akan terus diperketat hingga menjelang Idul Fitri demi menjaga stabilitas harga dan melindungi masyarakat dari potensi peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan. *ds
