Jombang – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar tasyakuran atas raihan Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH RI, Senin (2/3) sore, di Pendopo Kabupaten Jombang. Momentum Ramadan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi para pejuang kebersihan yang selama ini bekerja di balik layar.
Kabupaten Jombang tercatat menempati peringkat 16 terbaik nasional dari 35 daerah penerima sertifikat menuju Kota/Kabupaten Bersih dengan nilai capaian 65,47 persen. Penilaian didasarkan pada performa sistem pengelolaan sampah, dukungan kebijakan anggaran, hingga ketersediaan infrastruktur sepanjang 2025.
Bupati Jombang, Warsubi, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, TNI, Polri, hingga kader lingkungan di tingkat desa.
“Penghargaan ini adalah bukti nyata sinergi kita semua. Maturnuwun sanget kepada para kader lingkungan, tenaga kebersihan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir,” ujar Warsubi.
Suasana haru mewarnai acara ketika Warsubi yang akrab disapa Abah itu mengumumkan hadiah ibadah umrah untuk lima anggota Satgas Penanganan, Pengelolaan, dan TPA Sampah atau Pasukan Kuning. Pengundian diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dari total 459 anggota satgas.
“Keringat dan dedikasi panjenengan semua adalah kunci di balik bersihnya Jombang. Hadiah umrah ini adalah bentuk rasa syukur dan apresiasi kami atas kerja keras para pahlawan kebersihan,” tambahnya disambut tepuk tangan meriah.
Selain apresiasi, Pemkab Jombang juga menegaskan komitmen keberlanjutan melalui sosialisasi Surat Edaran Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kebijakan ini mewajibkan instansi pemerintah dan satuan pendidikan menggelar gerakan bersih sampah rutin setiap Selasa dan Jumat. Inspektorat dan DLH diminta melakukan monitoring berkala guna memastikan tata kelola sampah berbasis ekonomi sirkular berjalan optimal.
Acara tasyakuran turut diisi tausiyah oleh KH Nur Hadi atau Mbah Bolong, dilanjutkan doa bersama dan prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara jajaran pemerintah daerah, petugas kebersihan, dan pegiat lingkungan se-Kabupaten Jombang.
Momentum ini bukan sekadar selebrasi penghargaan, melainkan penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan Jombang yang semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan. *ds
