Menko Politik dan keamanan RI Djamari Chaniago saat kunjungan ke pondok pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, menegaskan pentingnya peran tokoh agama dan pesantren dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan daerah saat berkunjung ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (14/2/2026).
Kunjungan kerja tersebut dirangkai dengan silaturahmi bersama pengasuh ponpes, Prof. Dr. KH Asep Syaifudin Chalim, serta pengarahan kepada jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat. Kegiatan berlangsung di Gedung Putih Serba Guna Graha Afia, lingkungan Ponpes Amanatul Ummah.
Dalam arahannya, Menko Polkam menyampaikan bahwa stabilitas daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan peran aktif tokoh agama dan masyarakat. Menurutnya, pesantren memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai persatuan, ketenangan sosial, serta keteladanan moral di tengah masyarakat.
“Pemerintah daerah bisa bekerja maksimal jika didukung oleh masyarakat yang kompak. Di sinilah peran pesantren dan tokoh agama sangat penting untuk menjaga suasana tetap sejuk dan kondusif,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kondisi keamanan di Kabupaten Mojokerto yang dinilai relatif aman dan stabil. Bahkan, berdasarkan catatan pemerintah pusat, Mojokerto termasuk daerah yang tidak memiliki potensi kerawanan menonjol.
Menko Polkam juga menyinggung capaian pertumbuhan ekonomi Mojokerto yang mencapai 6,5 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen. Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari stabilitas keamanan dan sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, serta masyarakat.
“Keamanan dan kesejahteraan itu saling berkaitan. Daerah yang aman akan lebih mudah berkembang secara ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap Mojokerto. Ia menegaskan bahwa soliditas Forkopimda dan dukungan masyarakat menjadi kunci utama terjaganya kondusivitas wilayah.
“Kami terus berupaya menjaga komunikasi dan sinergi dengan semua pihak, termasuk tokoh agama dan pondok pesantren,” ujarnya.
Menjelang penutupan acara, Prof. Dr. KH Asep Syaifudin Chalim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa persatuan dan stabilitas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.
“Jika daerah kondusif dan masyarakat bersatu, insyaallah pembangunan akan berjalan dengan baik,” tuturnya.(Dsy)
