Duta Besar Austria untuk Indonesia saat kunjungan ke Maluku Utara foto bareng dengan Sultan Ternate serta Sekretaris Provinsi.(Suaraharianpagi.id/Fikiran)
Ternate – Suaraharianpagi.id
Pemerintah Austria melalui Duta Besar Austria untuk Indonesia, Dr Thomas Loidl, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku Utara untuk menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan vokasi. Kunjungan ini bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah agar lebih siap menghadapi tantangan industri masa depan.
Pertemuan berlangsung di Kadaton Kesultanan Ternate, Rabu (7/1/2026), dan dihadiri Sekretaris Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, serta Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah.
Kepala Perwakilan Indonesia untuk Austria, Alvin Saadi, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal dalam membangun kerja sama di bidang pendidikan vokasi dan sosial budaya.
“Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat Maluku Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah program pelatihan yang ditawarkan antara lain pertukangan kayu, teknik mesin, serta berbagai bidang kejuruan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
“Fokusnya adalah membekali SDM lokal agar mampu mengoperasikan teknologi terkini dan siap menghadapi tantangan industri masa depan,” katanya.
Sementara itu, Sekprov Maluku Utara Samsuddin A. Kadir menilai tawaran kerja sama tersebut sebagai momentum penting bagi pengembangan SDM di daerah. Menurutnya, Austria memiliki sistem pendidikan vokasi yang telah berkembang lebih dari 200 tahun dengan konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
“Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyambut baik inisiatif ini dan siap berkolaborasi demi melahirkan SDM unggul yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Sultan Ternate Hidayatullah Sjah juga menyampaikan dukungan terhadap rencana kerja sama tersebut. Ia menilai hubungan historis antara Austria dan Ternate yang telah terjalin sejak 1621 menjadi modal kuat dalam membangun kemitraan yang lebih luas.
“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan regulasi serta sikap proaktif pemerintah daerah dalam menindaklanjuti tawaran teknis dari pihak Austria,” tegasnya.
Ia mencontohkan keberhasilan kerja sama serupa di Medan dan Makassar, di mana tenaga kerja yang tersertifikasi dengan sistem Austria mengalami peningkatan pendapatan secara signifikan.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Maluku Utara, tetapi juga membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda daerah.*Fik
