Bupati Jombang bersama forkopimda Jombang tanam tebu perdana.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Jombang – Suaraharianpagi.id
Komitmen Kabupaten Jombang dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui peluncuran (launching) penanaman tebu perdana di lahan milik Kodim 0814 Jombang, yang berlokasi di wilayah Koramil Diwek, Sabtu (3/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si., Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, S.Ag., M.Pd., Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, S.H., M.Han., jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang, Komisaris PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Budi Suparmin, General Manager PG Tjoekir, Forkopimcam Diwek, serta para petani tebu.
Launching penanaman tebu ini menjadi langkah konkret sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jombang, TNI, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dalam mengakselerasi program Bongkar Ratoon guna mendukung target Swasembada Gula Nasional Tahun 2028.
Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo menegaskan, pemanfaatan lahan Kodim seluas sekitar tiga hektare tersebut merupakan bentuk nyata peran TNI dalam mengawal kedaulatan pangan nasional. Selain ditanami tebu, lahan tersebut juga dioptimalkan untuk komoditas lain seperti jagung, cabai, serta pengembangan peternakan kambing dan budidaya lele.
“Meski luasannya terbatas, lahan ini menjadi simbol semangat bagi para petani. TNI akan all out mengawal program ini hingga tuntas. Seluruh program nasional maupun daerah, termasuk Asta Cita, akan kami dukung sepenuhnya,” tegas Letkol Dicky.
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi memaparkan capaian sektor perkebunan tebu di Kabupaten Jombang yang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data tahun 2024, luas areal tanam tebu meningkat menjadi 10.787 hektare, dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 10.102 hektare.
Tak hanya dari sisi luasan, kualitas tebu Jombang juga mengalami peningkatan signifikan. Rendemen tebu rata-rata mencapai 7,11 persen, naik dari 6,5 persen pada tahun sebelumnya.
“Ini menandakan kualitas tebu petani Jombang semakin baik dan semakin manis,” ujar Warsubi.
Ia menyebutkan, total produksi tebu Jombang saat ini mencapai 787.246 ton atau setara dengan produksi 56.009 ton Gula Kristal Putih (GKP). Untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas tersebut, Pemkab Jombang terus menggencarkan program Bongkar Ratoon sebagai upaya peremajaan tanaman tebu.
Dalam program tersebut, petani mendapatkan bantuan berupa 60.000 mata tunas benih senilai Rp10 juta serta dukungan biaya tenaga kerja sebesar Rp4 juta per hektare.
Hingga saat ini, total usulan program Bongkar Ratoon di Kabupaten Jombang telah mencapai 3.315,08 hektare, yang terbagi dalam beberapa tahap. Tahap I dan II telah selesai dengan distribusi benih dan penanaman di lahan seluas 570,09 hektare.
Tahap III menyasar lahan bekas ubi kayu dan kawasan hutan seluas 83,5 hektare. Sementara Tahap IV yang bersifat indikatif mengajukan relaksasi seluas 2.640,49 hektare, mencakup lahan Panglungan, lahan Kodim, serta kemitraan dengan PG Tjoekir, PG Jombang Baru, dan PG Gempol Kerep.
Bupati Warsubi menegaskan, kolaborasi antara TNI, petani, dan pabrik gula merupakan kunci utama dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Pemanfaatan lahan Kodim 0814 Jombang menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan lahan tidur.
“Dengan potensi lahan dan semangat petani yang luar biasa, Kabupaten Jombang siap menjadi garda terdepan dalam mewujudkan swasembada gula konsumsi nasional tahun 2028,” tegasnya.
Ia berharap, program ini tidak hanya meningkatkan produksi gula nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Jombang.
“Semoga ikhtiar bersama ini membawa manfaat besar bagi kesejahteraan petani, kemajuan sektor perkebunan, serta ketahanan pangan nasional,” pungkas Warsubi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, serta diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani melalui pendampingan teknis yang profesional dan ketersediaan bibit berkualitas.*dsy
