Rapat koordinasi dan evaluasi Survei Monitoring dan Evaluasi Program MBG TNI dan BPS di ruang rapat kantor BPS. (suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Komitmen kolaborasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan TNI dalam mendukung program strategis nasional kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Survei Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (04/12). Kegiatan ini dipimpin oleh BPS Kota Mojokerto dan berlangsung di ruang rapat kantor BPS Kota Mojokerto.
Rakor ini digelar untuk memastikan keselarasan data, metodologi survei, serta hasil monitoring pelaksanaan MBG. Upaya ini dilakukan guna menjamin efektivitas program, ketepatan sasaran, hingga pengawasan distribusi makanan bergizi di sekolah-sekolah berjalan optimal.
Keterlibatan perwakilan TNI dalam rapat turut memperkokoh aspek pengawasan dan kelancaran distribusi program di lapangan. Kapten Cba Kurniawan Junaidi menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pelaksanaan MBG.
“Kami dari Kodim 0815/Mojokerto melalui Koramil hadir sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah, khususnya yang menyangkut peningkatan gizi anak bangsa. TNI siap bersinergi dengan BPS dan seluruh OPD untuk memastikan distribusi paket makanan bergizi berlangsung aman, lancar, dan tepat sasaran bagi anak-anak sekolah di Kota Mojokerto. Kesehatan generasi penerus adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BPS Kota Mojokerto, Hasan As’ari, S.Si., M.E., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.
“Kehadiran perwakilan TNI memperlihatkan bahwa pengawasan program tidak hanya bertumpu pada aspek statistik, tetapi juga menyangkut keamanan dan kelancaran operasional. Data yang kami himpun akan menjadi dasar evaluasi yang kuat untuk penyempurnaan program ke depan,” jelasnya.
Pelaksanaan Program MBG di Kota Mojokerto memang memerlukan keterlibatan banyak pihak. Selain BPS dan TNI (Kodim 0815/Mojokerto), terdapat peran Bapperida dalam perencanaan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dalam implementasi teknis dan pemenuhan standar gizi, serta DKPP Pertanian dan DLH dalam memastikan ketersediaan bahan pangan. Sinergi komprehensif ini menjadi kunci agar program berjalan efisien dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima sasaran.
Rakor yang berlangsung mulai pukul 09.40 hingga 11.10 WIB tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, salah satunya memperkuat mekanisme pelaporan dan umpan balik, khususnya terkait kualitas dan ketepatan waktu distribusi makanan.
BPS Kota Mojokerto memastikan akan terus memantau indikator utama MBG mulai dari cakupan sasaran, kepatuhan gizi, hingga dampak terhadap peningkatan status kesehatan siswa. Hasil pemantauan ini nantinya menjadi rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kota Mojokerto dalam mengoptimalkan keberlanjutan program makan bergizi gratis. *pendim0815/ds
