Petugas kepolisian saat olah TKP kecelakaan truk di tol Jombang - Mojokerto.(Dokumen PJR 3 Ditlantas Polda Jatim)
Jombang — Suaraharianpagi.id
Sebuah truk bermuatan lima ton kain terguling di KM 696/100 jalur A Tol Jombang–Mojokerto (Jo-Mo), masuk Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Kamis pagi, (27/11/2025). Kecelakaan ganda tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya konsentrasi penuh saat berkendara di jalan tol.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.45 WIB ketika truk Isuzu Elf AA 8084 OG yang dikemudikan Aditya (20), warga Klaten, melaju dari Klaten menuju Surabaya. Truk tersebut melaju dengan kecepatan sedang di lajur kiri.
Namun sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi diduga mengalami kelengahan atau kurang konsentrasi, hingga menabrak bagian belakang tronton boks termo bermuatan es krim B 9193 FEV yang dikemudikan Swanri Sitompul (49), dengan penumpang Anwar Sadad (45), keduanya warga Bekasi.
Akibat benturan keras itu, truk Isuzu Elf terguling dan menghentikan laju kendaraan di lajur lambat. Tronton boks termo juga mengalami kerusakan pada bagian belakang. Meski demikian, seluruh pengemudi dan penumpang dinyatakan selamat tanpa luka.
Panit PJR 3 Ditlantas Polda Jatim, Ipda Ridho Pramana, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi begitu laporan masuk.
“Kami segera melakukan pengaturan lalu lintas, olah TKP, dan mengamankan barang bukti kendaraan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Ipda Ridho.
Ia menegaskan bahwa temuan awal menunjukkan kecelakaan disebabkan oleh kurangnya fokus pengemudi.
“Indikasinya kuat bahwa pengemudi truk kurang konsentrasi. Di jalan tol, hilang fokus satu detik saja bisa berakibat fatal,” tegasnya.
Truk yang terguling sempat membuat lajur lambat tersendat. Petugas kemudian melakukan rekayasa arus dan pengaturan lalu lintas agar kendaraan tetap bisa melintas. Proses evakuasi berjalan aman dan terkendali.
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta, sementara kerusakan fasilitas tol masih dihitung oleh pihak pengelola.
Peringatan Bahaya Kurang Konsentrasi di Tol
Ipda Ridho mengingatkan bahwa kecelakaan serupa sering terjadi pada pagi hari akibat microsleep atau kelelahan pengemudi.
“Jalan tol itu lurus dan mulus, sehingga banyak pengemudi merasa terlalu nyaman. Kalau mengantuk sedikit saja, kendaraan bisa langsung meluncur tanpa kendali,” ucapnya.
Ia mengimbau pengguna tol untuk istirahat ketika lelah, menjaga jarak aman, dan memeriksa kondisi fisik sebelum berkendara.
“Keselamatan di tol sangat bergantung pada konsentrasi pengemudi. Kami harap masyarakat lebih disiplin dan tidak memaksakan diri saat mengantuk,” pungkasnya.*dsy
