Gedung balai kota Semarang.(Suaraharianpagi.id/Put)
Semarang – Suaraharianpagi.id
Menjelang rapat kerja (raker) dan pemilihan Ketua Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Kota Semarang, gelombang kritik dari kalangan pedagang semakin menguat.
Mereka menuntut adanya regenerasi kepemimpinan, dengan alasan organisasi membutuhkan figur baru yang memiliki ide, gagasan, dan keberanian membawa perubahan, bukan sekadar mengandalkan nama lama yang dinilai minim terobosan.
“Sudah bukan waktunya yang tua mendikte arah organisasi. Ketua PPJP harus yang punya ide, gagasan, dan keberanian membawa perubahan. Pengalaman tanpa hasil itu justru membodohi pedagang,” ujar salah satu pedagang Pasar Dargo, Minggu (20/10).
Menurut para pedagang, PPJP harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar tetap relevan di tengah dinamika ekonomi rakyat yang semakin kompleks.
Mereka khawatir, bila kepemimpinan tetap dikuasai figur lama tanpa inovasi, organisasi akan kehilangan daya juang dan hanya menjadi simbol tanpa manfaat nyata bagi anggota.
Sorotan juga tertuju pada wacana masuknya Ketua PPJP Rayon Pasar Johar ke bursa calon ketua tingkat kota.
Banyak pedagang menolak opsi tersebut, karena menilai kepemimpinannya di tingkat rayon tidak memberikan dampak signifikan bagi pedagang kecil.
Salah satu tokoh advokasi PPJP, Zaenal Petir, sebelumnya menilai bahwa figur senior memiliki pengalaman yang layak dipertimbangkan.
Namun, pernyataan ini langsung mendapat respons keras dari pedagang Pasar Johar yang merasa pengalaman tanpa kontribusi bukanlah modal yang cukup.
“Contoh Pasar Johar yang ketua rayonnya S, tidak bisa membawa perubahan signifikan, justru kabarnya diusulkan menjadi ketua PPJP Kota Semarang. Pedagang serentak menolak. Jangan memunculkan nama pengurus lama yang tidak ada kontribusinya,” tegas salah satu pedagang Johar.
Para pedagang menekankan, regenerasi adalah keharusan agar PPJP mampu melahirkan pemimpin yang bertalenta, pro-pasar rakyat, dan tidak terjebak dalam pola pikir lama.
“Ketua PPJP Kota Semarang yang baru harus punya ide dan gagasan, bukan hanya pengalaman. Sekarang eranya pemimpin yang bertalenta, bukan yang hanya mengandalkan umur,” tambah seorang pedagang pasar lainnya yang enggan disebutkan namanya.
Ia juga mengingatkan agar raker dan pemilihan mendatang tidak dijadikan ajang formalitas atau kepentingan politik sempit di lingkungan pasar.
“Kalau PPJP mau hidup, maka pemimpinnya harus punya otak segar. Jangan biarkan pedagang terus dibodohi dengan alasan pengalaman,” pungkasnya.
Raker dan pemilihan Ketua PPJP Kota Semarang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Pedagang berharap momentum ini menjadi titik balik organisasi agar lebih berpihak kepada kepentingan pedagang kecil dan tidak lagi terjebak pada status quo.*Put
