Lomba Gerak Jalan Merah Putih start di Jalan Surodinawan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesi.(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Jalanan Kota Mojokerto berubah menjadi panggung kreativitas para pelajar dalam Lomba Gerak Jalan Merah Putih, Sabtu (22/8). Sebanyak 120 regu dari berbagai jenjang pendidikan ambil bagian, memadukan semangat kemerdekaan dengan sentuhan budaya Majapahit.
Mengambil start di Jalan Surodinawan, para peserta tampil dalam balutan kostum kreatif bernuansa Merah Putih dan Majapahit. Tak hanya mengandalkan kekompakan barisan, penampilan mereka juga menjadi cerminan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap sejarah bangsa.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita secara langsung memberangkatkan peserta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari total peserta, sebanyak 67 regu berasal dari jenjang SD/MI, 31 regu SMP/MTs, serta 22 regu SMA/SMK/MA. Sejak titik pemberangkatan, suasana berlangsung semarak dengan beragam kreasi yang ditampilkan masing-masing regu.
Konsep kemerdekaan yang dipadukan dengan identitas Majapahit membuat gerak jalan tahun ini memiliki warna tersendiri. Para pelajar tidak hanya membawa semangat merah putih, tetapi juga menghadirkan nuansa sejarah yang menjadi bagian dari identitas Mojokerto.
Rangkaian kegiatan diawali penampilan Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) dari SMAN 2 Kota Mojokerto dengan tema “Sang Keeper Satwa”. Setelah itu, pemberangkatan dilanjutkan dengan peserta kehormatan dari SLB Pertiwi Kota Mojokerto.
Ning Ita mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari kepala sekolah, guru pembina dan pendamping, peserta didik hingga orang tua atau wali murid.
Menurutnya, gerak jalan tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi sarana menanamkan semangat kemerdekaan dan membentuk karakter generasi muda.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka terus memberikan semangat kemerdekaan di hati kita, di jiwa kita yang tentu saja harus kita tanamkan kepada anak-anak kita,” kata Ning Ita.
Ia menilai para peserta merupakan calon penerus bangsa yang harus dibekali karakter kuat, kemampuan bekerja sama serta rasa cinta terhadap tanah air.
“Maka semangat Lomba Gerak Jalan kali ini kita khususkan untuk menguatkan nilai-nilai serta karakter cinta bangsa atau tanah air,” tegasnya.
Ning Ita juga memberikan apresiasi atas perjuangan para pelajar selama menjalani latihan. Menurutnya, waktu dan tenaga yang dicurahkan peserta, ditambah dukungan orang tua, menjadi bagian penting dari terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia pun meminta seluruh peserta menjaga disiplin dan memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti perlombaan. Kekompakan dan soliditas antaranggota regu juga harus dipertahankan hingga garis finis.
“Berdisiplinlah dan berikan yang terbaik yang kalian miliki. Kekompakan harus dijaga, soliditas dalam satu tim juga harus dijaga,” pesannya.
Kepada peserta yang nantinya belum berhasil meraih juara, Ning Ita meminta agar tidak berkecil hati. Sebab, nilai utama kegiatan tersebut bukan sekadar hasil perlombaan, melainkan proses membangun karakter.
“Ini tidak hanya lomba semata, tapi sejatinya ini adalah untuk menguatkan karakter kedisiplinan dan cinta tanah air kalian kepada Indonesia,” pungkasnya.
Usai diberangkatkan dari Jalan Surodinawan, ratusan regu pelajar tersebut melintasi sejumlah ruas jalan di Kota Mojokerto. Rute gerak jalan melewati Jalan Tribuana Tungga Dewi, kemudian Jalan Brawijaya, sebelum berakhir di garis finis Alun-Alun Wiraraja.
Kemeriahan sepanjang rute pun menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus ruang bagi para pelajar untuk menunjukkan kreativitas, kedisiplinan dan semangat kebersamaan. *ds
#kotamojokerto #hut #kemerdekaan #gerakjalan
