Peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto di Alun-Alun Wiraraja. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Mojokerto berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Alun-Alun Wiraraja, Sabtu (20/6). Berbagai atraksi budaya, parade busana batik khas daerah, hingga pembagian ribuan porsi makan gratis menjadi bagian dari perayaan yang mengusung tema “Daya Saing SDM yang Kuat Menuju Pembangunan Inklusif Berkelanjutan.”
Kemeriahan peringatan hari jadi tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga memiliki sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Lenggang Kali Brantas yang dibawakan oleh 90 siswa SMP dari berbagai sekolah di Kota Mojokerto. Penampilan para pelajar tersebut berhasil memukau tamu undangan dan masyarakat yang memadati kawasan Alun-Alun Wiraraja.
Suasana semakin semarak dengan parade busana batik khas Kota Mojokerto yang diperagakan para Duta Pariwisata. Beragam motif batik daerah ditampilkan sebagai bentuk promosi budaya sekaligus upaya melestarikan warisan lokal yang menjadi identitas Kota Mojokerto.
Upacara peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto dipimpin langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, Pramuka, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Sesuai dengan tema, kita mengarahkan pada SDM yang kuat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Artinya, kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik saat ini, tetapi juga menyiapkan SDM-SDM unggul yang akan menjadi penentu kemajuan Kota Mojokerto di masa depan,” ujarnya.
Menurut Ning Ita, kualitas sumber daya manusia merupakan faktor utama yang menentukan daya saing sebuah daerah. Oleh karena itu, berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Mojokerto diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
“Kekuatan kemajuan sebuah bangsa maupun daerah sangat ditentukan oleh daya saing dan keunggulan sumber daya manusianya. Dirgahayu Kota Mojokerto ke-108,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto juga memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah ASN sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai simbol semangat pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan pangan keluarga, para tamu undangan menerima bibit tanaman cabai dan tomat yang dibagikan usai upacara. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong budaya menanam di lingkungan rumah tangga sekaligus mendukung ketersediaan pangan secara mandiri.
Tak hanya itu, rasa syukur atas bertambahnya usia Kota Mojokerto juga diwujudkan melalui pembagian 1.080 porsi makan gratis kepada masyarakat. Program tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang hadir dan menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Memasuki usia ke-108 tahun, Kota Mojokerto terus meneguhkan komitmennya untuk menjadi kota yang maju, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan, Pemerintah Kota Mojokerto optimistis mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan. *ds
Tag :
#kotamojokerto #diskominfokotamojokerto
