suvenir unik berupa bibit cabai dan tomat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Mojokerto. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Ada pemandangan berbeda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-108 Kota Mojokerto yang digelar di Alun-Alun Wiraraja, Sabtu (20/6). Di tengah kemeriahan rangkaian perayaan, perhatian para tamu undangan dan masyarakat tertuju pada suvenir unik berupa bibit cabai dan tomat serta karangan bunga yang diganti dengan tanaman hidup seperti bibit jeruk
Konsep tersebut menjadi bagian dari inovasi Pemerintah Kota Mojokerto dalam menghadirkan perayaan yang tidak hanya meriah secara seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Berbeda dengan karangan bunga konvensional yang umumnya hanya menjadi pajangan sementara, tanaman hidup yang dikirim sebagai ucapan selamat pada HUT Kota Mojokerto dapat ditanam kembali dan dirawat sehingga memberikan manfaat jangka panjang. Sementara itu, bibit cabai dan tomat yang dibagikan kepada tamu undangan diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan bercocok tanam.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, penggunaan tanaman hidup sebagai bagian dari perayaan hari jadi merupakan simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.
“Kami ingin peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat. Tanaman hidup yang diberikan dapat terus tumbuh, menghijaukan lingkungan, dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga kelestarian alam,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita.
Menurutnya, konsep tersebut juga selaras dengan berbagai program lingkungan hidup yang selama ini terus dikembangkan Pemerintah Kota Mojokerto, termasuk upaya meningkatkan ruang hijau dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, pembagian bibit cabai dan tomat juga menjadi bagian dari kampanye ketahanan pangan keluarga yang terus digalakkan melalui program Gerakan Cabenisasi di seluruh wilayah Kota Mojokerto.
Ning Ita menjelaskan, gerakan tersebut bertujuan mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk menanam tanaman produktif yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Melalui bibit yang dibagikan ini, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan menanam tanaman produktif. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, langkah sederhana ini juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan produktif,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap semangat menanam yang ditanamkan melalui momentum hari jadi kota dapat menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan bercocok tanam juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan perkotaan.
Peringatan HUT ke-108 Kota Mojokerto tahun ini mengusung tema “Daya Saing SDM yang Kuat Menuju Pembangunan Inklusif Berkelanjutan.” Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, Pemerintah Kota Mojokerto ingin menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup penguatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan konsep perayaan yang mengedepankan nilai manfaat dan keberlanjutan tersebut, HUT ke-108 Kota Mojokerto tidak hanya menjadi ajang syukur atas perjalanan panjang kota, tetapi juga momentum untuk mengajak masyarakat bersama-sama membangun budaya hidup produktif, mandiri, dan ramah lingkungan. *ds
Tag :
#kotamojokerto #diskominfokotamojokerto
