Ning Ita membuka Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat bertema "Ibu Hamil Cerdas, Bayi Sehat" di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat upaya pencegahan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) melalui edukasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil. Langkah preventif ini dilakukan untuk memastikan proses kehamilan hingga persalinan berlangsung aman sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sehat dan bebas stunting.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat bertema “Ibu Hamil Cerdas, Bayi Sehat” di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Selasa (3/11).
Dalam kesempatan itu, Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, menekankan bahwa keselamatan ibu dan bayi menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi kinerja pemerintah daerah oleh pemerintah pusat. Karena itu, berbagai langkah pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan pengetahuan ibu hamil hingga pemantauan kondisi kesehatan selama masa kehamilan.
Ia menjelaskan, edukasi kesehatan menjadi bagian penting untuk meminimalkan risiko komplikasi kehamilan, persalinan, maupun kondisi setelah melahirkan. Para ibu hamil diharapkan memahami berbagai upaya yang perlu dilakukan untuk menjaga keselamatan diri dan janin.
“Nah karena kita dinilai oleh pemerintah pusat kinerja kita, maka salah satunya yang menjadi tolak ukur kinerja kita adalah jangan ada bayi yang meninggal. Jangan ada ibu melahirkan, meninggal. Nah makanya panjenengan diberi ilmu. Ini bagian dari upaya mencegah atau preventif,” tegas Ning Ita.
Selain keselamatan selama kehamilan dan persalinan, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya pemenuhan nutrisi sejak bayi masih berada dalam kandungan. Menurutnya, kesehatan anak harus dipersiapkan sejak dini melalui perhatian terhadap asupan gizi ibu hamil dan pola pemberian nutrisi setelah bayi dilahirkan.
Hal tersebut menjadi salah satu upaya untuk mencegah stunting sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Makanya dari dalam kandungan bayi itu harus sehat. Kalau pun lahir juga diberikan nutrisi untuk tumbuh kembang sehat. Jangan sampai ada yang stunting,” pesannya.
Untuk memberikan pemahaman secara lebih mendalam, kegiatan tersebut menghadirkan Konsultan Fetomaternal RSUD dr. Soetomo, dr. Nareswari Imanada Cininta Marciantoro, Sp.OG., Subsp.K.F.M. Kehadiran tenaga medis dengan keahlian di bidang kesehatan ibu dan janin tersebut diharapkan membantu peserta memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan serta mengenali potensi risiko sejak dini.
Kampanye kesehatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Mojokerto bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Surabaya Komisariat Mojokerto.
Sebanyak 90 perwakilan ibu hamil dari berbagai wilayah di Kota Mojokerto mengikuti kegiatan tersebut. Tidak hanya mendapatkan edukasi kesehatan, para peserta juga memperoleh fasilitas pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk membantu memantau kondisi kehamilan dan perkembangan janin.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Mojokerto berharap kesadaran ibu hamil terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin semakin meningkat. Dengan demikian, potensi gangguan kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan medis bisa dilakukan sesuai kebutuhan.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan capaian kesehatan masyarakat. Hingga Oktober 2026, Kota Mojokerto mencatatkan nol kasus angka kematian ibu (AKI), sementara prevalensi balita stunting berada di angka 0,81 persen.
Capaian tersebut turut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Saat ini, Usia Harapan Hidup (UHH) warga Kota Mojokerto tercatat mencapai 76,31 tahun.
Pemkot Mojokerto berharap edukasi yang melibatkan tenaga kesehatan, organisasi profesi, serta masyarakat ini dapat terus diperluas. Dengan perhatian terhadap kesehatan ibu sejak masa kehamilan hingga pemenuhan gizi anak, upaya menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah stunting diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan. *ds




