Posko layanan kesehatan bagi pengungsi bencana tanah bergerak di Pamekasan.(Suaraharianpagi.id/red)
Pamekasan – Suaraharianpagi.id
Polres Pamekasan Polda Jawa Timur menunjukkan respons cepat dan kepedulian kemanusiaan terhadap warga terdampak bencana alam tanah bergerak di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura.
Selain menyalurkan bantuan obat-obatan, jajaran Polres Pamekasan juga membuka layanan kesehatan gratis bagi para pengungsi yang terdampak bencana tersebut. Bantuan dan layanan medis ini diserahkan langsung oleh Kasidokkes Polres Pamekasan Iptu Sugino, didampingi Kapolsek Pasean AKP Gunarto, kepada Kepala Desa Sana Daya, Hj. Uswatun Ekasanah.
Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto melalui Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Kami berharap bantuan obat-obatan dan layanan kesehatan ini dapat meringankan beban warga yang saat ini mengungsi, sekaligus menjaga kondisi kesehatan mereka agar tetap prima di tengah situasi darurat,” ujar Ipda Yoni.
Ia menegaskan, Polres Pamekasan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga pada saat terjadi bencana kemanusiaan.
“Polri akan selalu hadir untuk masyarakat, sesuai tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sana Daya Hj. Uswatun Ekasanah menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Polres Pamekasan kepada warganya yang terdampak bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh jajaran Polres Pamekasan. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami yang sedang mengungsi dan benar-benar menunjukkan bahwa Polri hadir untuk masyarakat,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah desa, bencana tanah bergerak di Desa Sana Daya terjadi pada Minggu (18/1/2026) akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga dan memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Tanah bergerak tersebut melanda Dusun Barat Gunung dan Dusun Paseset Timur dengan retakan tanah mencapai panjang sekitar 35 meter dan kedalaman hingga 1,5 meter. Akibat kejadian itu, sedikitnya 10 hingga 16 rumah warga serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan instansi terkait terus melakukan pemantauan kondisi di lokasi bencana, sekaligus memastikan kebutuhan dasar dan kesehatan para pengungsi tetap terpenuhi.(red)
