Para pemuda yang diduga terlibat akan melakukan aksi perang sarung diserahkan kepada keluarganya setelah diamankan polisi.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Aparat kepolisian dari Polsek Ngoro, jajaran Polres Mojokerto, menggagalkan rencana aksi perang sarung yang diduga akan dilakukan oleh sekelompok remaja di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Dalam kejadian tersebut, polisi mengamankan 12 remaja pada Rabu (11/3/2026) dini hari.
Pengamanan dilakukan saat petugas melaksanakan patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) selama bulan Ramadan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, melalui Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi, menjelaskan bahwa petugas mendapati sekelompok remaja yang berkumpul di beberapa titik di wilayah Ngoro dan diduga akan melakukan aksi perang sarung.
“Petugas yang sedang melaksanakan patroli mendapati sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebanyak 12 remaja langsung kami amankan ke Mapolsek Ngoro,” ujar Heru, Sabtu (14/3/2026).
Setelah diamankan, para remaja tersebut didata oleh petugas dan kemudian dipanggil orang tua masing-masing agar mengetahui kejadian tersebut. Kepolisian juga memberikan pembinaan sebagai bentuk edukasi agar para remaja tidak mengulangi perbuatannya.
Menurut Heru, perang sarung yang kerap dianggap sebagai permainan tradisional saat Ramadan sebenarnya dapat menimbulkan risiko bahaya jika tidak diawasi dengan baik.
Dalam sejumlah kasus, kata dia, sarung yang digunakan sering kali diisi benda keras seperti batu atau diikat sehingga dapat melukai peserta lain maupun orang di sekitarnya.
“Melalui pembinaan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada para remaja bahwa aktivitas tersebut dapat berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.
Kapolsek juga mengajak para remaja untuk memanfaatkan waktu selama bulan Ramadan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti mengikuti kegiatan keagamaan di masjid, tadarus Al-Qur’an, maupun kegiatan sosial di lingkungan sekitar.
Selain itu, pihak kepolisian menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari selama bulan Ramadan.
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anaknya, termasuk memantau pergaulan dan aktivitas media sosial mereka. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kenakalan remaja,” katanya.
Setelah dilakukan pembinaan dan mendapat pengawasan dari orang tua masing-masing, ke-12 remaja tersebut akhirnya dipulangkan ke rumah dengan harapan tidak mengulangi perbuatannya.
Polsek Ngoro memastikan patroli selama bulan Ramadan akan terus ditingkatkan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman dan kondusif.(Dsy)
Tag:
#kapolresmojokerto #polresmojokerto #polsekngoro #kapolsekngoro #perangsarungpemuda #kriminal #satreskrimpolresmojokerto #siehumaspolresmojokerto #satsamaptapolresmojokerto
