Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama Dankodaeral V Laksda TNI Angkatan Laut Ali Triswanto.(Suaraharianpagi.id/wy)
Sidoarjo – Suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai mematangkan rencana pengembangan kawasan wisata Mangrove di wilayah pesisir Kecamatan Sedati. Kawasan ini akan membentang di dua desa, yakni Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis ekologi.
Sebagai langkah awal, Pemkab akan membangun akses jalan sepanjang 2,5 kilometer dari jalan utama menuju lokasi wisata. Jalur tersebut dirancang menjadi pintu masuk utama bagi pengunjung, sekaligus penggerak roda ekonomi masyarakat pesisir.
Dalam rencana tersebut, sebagian jalur akan melintasi lahan milik TNI Angkatan Laut. Untuk itu, Bupati Sidoarjo Subandi melakukan koordinasi langsung dengan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya guna membahas pemanfaatan lahan tersebut.
Kunjungan Bupati Subandi didampingi Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo M. Bachruni Aryawan, Kepala BPKAD Sidoarjo Chusnul Inayah, serta Kabag Hukum Setda Sidoarjo Komang Rai Warmawan. Rombongan diterima oleh Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto bersama Wadan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi.
Subandi menjelaskan, kawasan wisata Mangrove ini akan menjadi ikon baru pariwisata pesisir timur Sidoarjo. Ia menekankan bahwa keberadaan akses jalan menjadi faktor utama agar kawasan tersebut dapat berkembang.
“Yang kami butuhkan hanya sekitar 20 kali 120 meter lahan milik TNI AL untuk akses jalan menuju kawasan wisata. Lebarnya 25 meter dengan panjang sekitar 2,5 kilometer,” ujar Subandi, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, konsep wisata ini tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga mengedepankan aspek edukasi dan pelestarian lingkungan. Hutan mangrove diharapkan menjadi ruang konservasi sekaligus daya tarik wisata baru.
Sementara itu, Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto menyambut positif rencana tersebut. Ia menyatakan pihaknya terbuka terhadap kerja sama pemanfaatan lahan, namun tetap perlu pembahasan lebih lanjut secara teknis.
“Untuk rencana jangka panjang, bisa dibicarakan lebih lanjut dengan Aslog,” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo M. Bachruni Aryawan mengungkapkan bahwa penataan kawasan wisata Mangrove ini tidak berhenti di dua desa tersebut. Pemkab telah menyiapkan rencana pengembangan secara bertahap hingga ke pesisir selatan Sidoarjo.
“Awalnya di Tambak Cemandi dan Gisik Cemandi, lalu akan diperluas hingga pesisir Kecamatan Jabon. Total panjang garis pantai sekitar 33 kilometer,” jelasnya.
Ia menambahkan, kawasan wisata ini diproyeksikan memiliki lebar sekitar satu kilometer dengan konsep penataan terpadu antara ruang hijau, wisata, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Pemkab Sidoarjo berharap, pengembangan wisata Mangrove ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga menjadi solusi ekonomi baru bagi warga pesisir, sekaligus menjaga ekosistem pantai agar tetap lestari.*wy
