Sekda Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, saat menghadiri pengajian umum Haul Syekh Djumadil Kubro ke-651 di kawasan Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. (suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan di Bumi Majapahit. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, saat menghadiri pengajian umum dalam rangka Haul Syekh Djumadil Kubro ke-651 di kawasan Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Rabu (1/7) malam.
Dalam sambutannya, Teguh mengatakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Albarraa berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai program dan kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.
Menurutnya, pada tahun anggaran 2026, Pemkab Mojokerto telah mengalokasikan dana hibah sekitar Rp27 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan di wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Bupati memiliki komitmen yang kuat terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan di Kabupaten Mojokerto. Pada tahun 2026 ini, beliau mengalokasikan hibah kegiatan keagamaan senilai kurang lebih Rp27 miliar,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah daerah adalah peningkatan insentif bagi para guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Jika sebelumnya setiap guru menerima insentif sebesar Rp400 ribu, kini nilainya meningkat menjadi Rp1,2 juta.
Selain kenaikan nominal insentif, alokasi anggaran untuk program tersebut juga mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar Rp2 miliar menjadi Rp6,5 miliar.
“Komitmen Bupati terhadap hibah keagamaan sangat kuat, termasuk peningkatan insentif guru TPQ. Dari sebelumnya Rp400 ribu kini menjadi Rp1,2 juta. Anggarannya juga meningkat dari Rp2 miliar menjadi Rp6,5 miliar,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Teguh juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Mojokerto berencana memberikan dukungan anggaran bagi penyelenggaraan Haul Syekh Djumadil Kubro melalui APBD Kabupaten Mojokerto.
Ia meminta kepada panitia penyelenggara, pengurus kegiatan, serta pengelola kawasan Makam Troloyo agar segera menyusun dan mengajukan rencana anggaran sebagai dasar pengalokasian dana pada APBD Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, usulan pembangunan, termasuk perbaikan pagar kawasan makam yang disampaikan pemerintah desa, dapat segera dimasukkan dalam proses penyusunan APBD agar pelaksanaannya tidak tertunda.
“Insyaallah tahun depan akan kita bantu, termasuk untuk pembangunan pagar yang tadi disampaikan Pak Kades. Segera dicatat dan diusulkan karena saat ini penyusunan APBD 2027 sudah mulai dilakukan,” pungkasnya. *ds
Tag :
#kabupatenmojokerto #diskominfokabupatenmojokerto
