Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa menyerahkan bantuan alat pertanian secara simbolis kepada petani.(Suaraharianpagi.id/Desy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat sektor pertanian melalui penyaluran bantuan infrastruktur pengairan dan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani. Langkah ini dilakukan untuk mendukung ketersediaan air bagi tanaman, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyerahkan bantuan tersebut dalam rangkaian pembukaan Pelatihan Pascapanen Tembakau dan Kemitraan di Hotel Aston Mojokerto, Rabu (28/10/2026) pagi.
Salah satu bantuan utama yang disalurkan berupa 29 unit irigasi perpompaan senilai Rp4,5153 miliar. Selain itu, Pemkab Mojokerto menyerahkan tujuh unit Jalan Usaha Tani (JUT) senilai Rp770 juta, satu unit bangunan konservasi air senilai Rp123 juta, serta satu unit irigasi perpipaan senilai Rp97 juta.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu petani memenuhi kebutuhan air tanaman, memperlancar akses menuju lahan pertanian, serta menunjang kelancaran kegiatan produksi, terutama ketika ketersediaan air menjadi kendala.
Selain infrastruktur pengairan, bantuan alsintan juga diberikan untuk mendukung pengolahan lahan dan proses panen. Bantuan itu meliputi dua unit traktor roda empat senilai Rp753 juta, 27 unit pompa air senilai Rp246,645 juta, satu unit power thresher senilai Rp55 juta, dan satu unit combine harvester besar senilai Rp430 juta.
Pemkab Mojokerto juga menyalurkan 1.500 batang benih kopi robusta kepada tiga kelompok tani guna mendukung pengembangan komoditas perkebunan.
Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra mengatakan, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai merupakan faktor penting dalam menunjang keberhasilan usaha tani. Menurutnya, bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal agar memberikan dampak nyata bagi petani.
โKita ingin bantuan ini memberikan hasil yang benar-benar dirasakan petani, mulai dari pekerjaan yang lebih efisien, hasil panen yang lebih baik, hingga peningkatan pendapatan,โ ujar Gus Barra.
Ia meminta kelompok tani penerima bantuan menjaga dan merawat seluruh sarana yang telah disalurkan. Penggunaannya juga harus diatur secara jelas dan adil sesuai kebutuhan anggota kelompok agar manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Gus Barra juga berharap Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto terus melakukan pendampingan dan pemantauan untuk memastikan infrastruktur serta peralatan pertanian berfungsi dengan baik. Dengan pengelolaan yang tepat, bantuan tersebut diharapkan mampu menunjang kegiatan pertanian secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, menyampaikan bahwa penguatan sektor pertanian tidak cukup hanya melalui penyediaan sarana dan prasarana. Peningkatan kapasitas petani, perbaikan kualitas hasil panen, dan penguatan akses pemasaran juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian.
Upaya tersebut turut diwujudkan melalui Pelatihan Pascapanen Tembakau dan Kemitraan yang diikuti 80 petani dari Kecamatan Dawarblandong, Kemlagi, Jetis, dan Gedeg. Kegiatan ini melibatkan penyuluh pertanian dari empat Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta narasumber dari PT AOI sebagai mitra kemitraan petani tembakau dan BRMP TAS.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hasil panen tembakau agar memenuhi standar industri sekaligus memperkuat kemitraan antara petani dan pihak industri. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong kepastian pasar dan transparansi harga sehingga petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik.
Melalui penyaluran infrastruktur irigasi, alsintan, dan peningkatan kapasitas petani, Pemkab Mojokerto berharap kegiatan pertanian semakin produktif dan efisien. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Mojokerto.(Dsy)




