
Malang – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan akses pemasaran, digitalisasi, hingga rencana pembangunan pusat pameran dan pertemuan bisnis. Upaya ini diarahkan agar produk lokal semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si., saat menghadiri kegiatan pemberdayaan UMKM di Latar Raya Riuma Resort (Ryuma Homestay), Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Sabtu (10/10) sore.
Dalam kegiatan tersebut, Budiar mengapresiasi pemilik Riuma Resort, Bambang Irawan, yang telah menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk lokal. Inisiatif tersebut dinilai menjadi bentuk kolaborasi sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan.
Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Dinas Koperasi dan UMKM, Camat Karangploso, Kepala Desa Ngijo, pelaku usaha, serta masyarakat setempat.
Menurut Budiar, pengembangan UMKM membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah daerah telah menjalankan sejumlah program, mulai dari pelatihan, lokakarya, hingga fasilitasi peralatan produksi. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan strategi pemasaran yang mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
“Produk unggulan Kabupaten Malang memiliki potensi besar. Karena itu, perlu didukung dengan pemasaran digital agar semakin dikenal dan mudah diakses oleh konsumen,” tuturnya.
Untuk memperluas jangkauan pemasaran, Budiar mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang turut memfasilitasi pelatihan pembuatan situs web bagi pelaku UMKM.
Melalui langkah tersebut, setiap produk unggulan diharapkan memiliki identitas digital yang jelas sehingga lebih mudah ditemukan konsumen. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai dapat membuka peluang pemasaran ke wilayah yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Selain pemasaran digital, Pemkab Malang menyiapkan pembangunan Kepanjen Convention Center (KCC) di Jalan Panji, Kepanjen. Fasilitas yang direncanakan berdiri di atas lahan seluas 1,1 hektare itu ditargetkan terealisasi pada 2027.
KCC dirancang sebagai pusat pameran dan promosi produk UMKM. Pelaku usaha direncanakan dapat memanfaatkan fasilitas pameran secara gratis, sekaligus mengikuti kegiatan business matching untuk mempertemukan mereka secara langsung dengan calon pembeli atau buyers.
Dengan adanya fasilitas tersebut, UMKM diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring usaha, dan membuka peluang transaksi bisnis.
Dalam arahannya, Budiar juga menyoroti sejumlah produk unggulan Kabupaten Malang yang telah menembus pasar ekspor. Di antaranya bunga krisan, produk mebel, serta olahan singkong atau puhung beku dari Kecamatan Pakis yang dipasarkan ke Belanda.
Produk olahan singkong tersebut menjadi contoh pentingnya inovasi dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Menurut paparan dalam kegiatan tersebut, singkong yang semula dijual sekitar Rp5.000 per kilogram dapat memiliki nilai jual hingga Rp250.000 per kilogram setelah diolah menjadi produk beku untuk pasar luar negeri.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa peluang pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada jumlah produksi. Pengolahan bahan baku, kualitas produk, kemasan, dan kesesuaian dengan kebutuhan pasar turut menentukan nilai ekonomi yang dapat dihasilkan.
Karena itu, pelaku UMKM didorong untuk terus berinovasi agar komoditas lokal tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi.
Pemkab Malang juga berkomitmen mendukung penguatan kelembagaan usaha melalui pendampingan pengurusan legalitas, termasuk mendorong pelaku usaha meningkatkan status badan usaha menjadi persekutuan komanditer (CV), serta mempermudah perizinan investasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudahan tersebut tetap harus memperhatikan kesesuaian tata ruang dan perlindungan kawasan lahan hijau.
Budiar menilai investasi swasta, seperti Riuma Resort di Desa Ngijo, berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Selain membuka lapangan kerja, aktivitas usaha juga dapat mendorong perputaran ekonomi lokal dan menciptakan peluang bagi UMKM serta masyarakat sekitar.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan bersama, bukan hanya oleh pelaku investasi.
“Saya menyampaikan salam hangat dari Bupati Malang, H. M. Sanusi. Saya juga berpesan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan semangat kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk terus berinovasi,” ungkapnya.
Melalui perluasan pemasaran digital, penyediaan ruang pameran, pendampingan legalitas, serta kerja sama dengan sektor swasta, Pemkab Malang berharap semakin banyak UMKM lokal yang mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah produknya.
Upaya tersebut diharapkan membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Malang. *ich




