Petugas PJR 3 Polda Jatim saat di TKP mobil Suzuki pikap yang terguling di ruas tol SuMo.(Foto: Dokumen PJR 3 Polda Jatim)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Tol Surabaya–Mojokerto (SuMo) KM 732+200 jalur B, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 16.48 WIB. Sebuah mobil Suzuki pickup bermuatan kayu triplek terguling setelah diduga mengalami pecah ban belakang kanan.
Insiden tersebut melibatkan kendaraan Suzuki Pickup bernomor polisi L 8816 VJ yang dikemudikan Faris (50), warga Wisma Lidah Kulon, Surabaya. Saat kejadian, kendaraan melaju dari arah Surabaya menuju Legundi, Gresik.
Panit PJR 3 Ditlantas Polda Jawa Timur, Ipda Ridho Pramana menjelaskan, kecelakaan bermula ketika kendaraan tiba di KM 732+200 jalur B.
“Diduga ban belakang kanan kendaraan mengalami pecah, sehingga pengemudi kehilangan kendali. Kendaraan oleng ke kanan, menabrak median beton pembatas tol, lalu terguling dan berhenti melintang di bahu jalan,” ujar Ipda Ridho dalam keterangannya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengemudi hanya mengalami luka ringan berupa nyeri pada bahu kanan.
“Korban luka berat nihil, meninggal dunia nihil. Satu orang mengalami luka ringan dan sudah kami evakuasi ke RS Petrokimia Gresik untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.
Saat kejadian, arus lalu lintas di lokasi terpantau dalam kondisi landai dan lancar meski cuaca sedang mendung. Tidak ada kerusakan pada sarana tol akibat kecelakaan tersebut. Sementara kerugian materiil pada kendaraan ditaksir mencapai sekitar Rp 5 juta.
Petugas PJR 310 yang terdiri dari Aipda Agus dan Bripka Umar segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) bersama pengelola tol. Mereka melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan, dilanjutkan dengan olah TKP, pendokumentasian, serta pengumpulan keterangan saksi.
“Kendaraan telah diamankan dan dibawa ke Pos WIKA JSM untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Ipda Ridho.
Pihak kepolisian mengimbau kepada para pengguna jalan tol agar rutin memeriksa kondisi kendaraan, khususnya tekanan dan kelayakan ban sebelum perjalanan, guna meminimalisir risiko kecelakaan di jalan tol.(Dsy)
