kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertema “Perempuan Berdaya, UMKM Cerdas, Keuangan Kuat, Nasabah Siap Naik Kelas” di Astoria Convention Hall. (suaraharianpagi.id/ds-kom)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat pengelolaan keuangan, serta berani memanfaatkan teknologi digital.
Pesan tersebut disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, saat hadir secara virtual dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertema “Perempuan Berdaya, UMKM Cerdas, Keuangan Kuat, Nasabah Siap Naik Kelas” yang digelar di Astoria Convention Hall, Kamis (8/10).
Kegiatan tersebut diikuti para nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Mojokerto. Ning Ita menegaskan, Pemerintah Kota Mojokerto terus berkomitmen mendukung pemberdayaan UMKM, khususnya usaha yang dijalankan perempuan.
Menurutnya, penguatan UMKM memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Kami ingin perempuan Kota Mojokerto berdaya, sehingga UMKM juga semakin kuat, ekonomi keluarga semakin tangguh dan pada akhirnya perekonomian daerah juga bisa semakin meningkat dan warga bisa lebih sejahtera,” tutur Ning Ita.
Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak melewatkan berbagai kesempatan peningkatan kapasitas yang tersedia. Pelatihan maupun pendampingan yang diberikan pemerintah, PNM, dan lembaga lainnya dinilai dapat menjadi bekal penting untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Selain peningkatan kemampuan, Ning Ita menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang baik. Salah satu hal mendasar yang perlu dilakukan pelaku UMKM adalah memisahkan uang usaha dengan kebutuhan pribadi.
“Pesan saya, tolong dipisahkan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Supaya pengelolaan bisnis ini lebih sehat dan terukur,” jelasnya.
Ning Ita juga mendorong pelaku UMKM untuk berani melakukan inovasi dan mengikuti perkembangan teknologi. Digitalisasi, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
Pelaku usaha juga diminta menjaga kualitas produk agar mampu mempertahankan kepercayaan konsumen. Pemasaran tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga dapat diperluas melalui berbagai platform digital.
Ia berharap para pelaku UMKM tidak berhenti pada capaian yang telah diraih saat ini. Semangat belajar dan mengembangkan usaha harus terus dijaga agar semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas.
“Jangan pernah puas dengan apa yang sudah dicapai hari ini. Dengan terus belajar, terus membangun usaha dan berupaya untuk naik kelas, insyaallah hasil tidak akan pernah tertinggal dari apa yang sudah kita ikhtiarkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang PNM Mojokerto Ifani Puwandari mengatakan, pelaksanaan PKU Akbar merupakan bagian dari komitmen PNM dalam memberdayakan dan mendampingi nasabah.
Pendampingan tersebut tidak hanya diarahkan agar usaha nasabah mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki kapasitas untuk naik kelas.
“Perempuan Berdaya, UMKM Cerdas, Keuangan Kuat, Nasabah Siap Naik Kelas menggambarkan semangat PNM dalam mendampingi para perempuan pelaku usaha. Kami percaya, ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Ketika UMKM berkembang, ekonomi masyarakat juga semakin kuat,” terangnya.
Ifani menjelaskan, PNM memiliki pendekatan melalui Tiga Modal Utama, yakni modal finansial, modal intelektual, dan modal sosial.
Modal finansial menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung permodalan usaha. Namun, menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan dukungan pembiayaan. Pelaku usaha juga membutuhkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta jejaring sosial untuk memperkuat bisnis yang dijalankan.
Karena itu, kegiatan PKU Akbar diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi para peserta. Melalui kegiatan tersebut, PNM berharap semakin banyak perempuan yang mampu mandiri, UMKM di Kota Mojokerto berkembang dan naik kelas, serta turut memperkuat ekonomi keluarga dan perekonomian daerah.
“Melalui PKU Akbar kali ini, kami berharap manfaatnya bisa berkelanjutan dan semakin banyak perempuan yang mandiri, semakin banyak UMKM Kota Mojokerto yang naik kelas, serta semakin kuat ekonomi keluarga dan semakin maju perekonomian Kota Mojokerto,” pungkasnya. *ds-kom




