Peresmian Museum Gubug Wayang II di Kota Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mendorong Mojokerto Raya untuk mengembangkan potensi sejarah dan budaya sebagai kekuatan utama pariwisata sekaligus pusat edukasi di Jawa Timur.
Menurut Fadli Zon, keberadaan jejak Kerajaan Majapahit, museum, serta berbagai situs peninggalan sejarah yang tersebar di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto menjadi modal besar untuk membangun ekosistem wisata sejarah dan budaya yang terintegrasi.
Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat meresmikan Museum Gubug Wayang II, yang terdiri atas Museum Cipta Mahardika dan Museum Martayoga, di Kota Mojokerto, Minggu (13/9) malam.
Fadli Zon mengatakan, keberadaan Majapahit harus menjadi kekuatan utama yang dikembangkan secara menyeluruh. Tidak hanya mengandalkan satu destinasi, tetapi membangun keterhubungan antara museum, situs sejarah, cagar budaya, hingga berbagai fasilitas pendukung pariwisata.
“Dengan adanya Majapahit di Mojokerto, saya kira harus dihidupkan ekosistemnya dari hulu sampai hilir. Majapahit pasti akan menjadi sumber attraction utama,” kata Fadli Zon.
Ia menilai semakin banyak destinasi sejarah dan budaya yang dikembangkan, semakin besar pula peluang Mojokerto menarik wisatawan dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.
“Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto sangat, sangat, sangat berpotensi menjadi pusat edukasi sejarah dan budaya di Jawa Timur,” tegasnya.
Namun, Fadli Zon mengingatkan bahwa pengembangan kawasan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah Kota Mojokerto dan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dinilai perlu membangun konsep bersama agar potensi sejarah dan budaya di kedua wilayah dapat menjadi satu kesatuan destinasi.
Selain pengembangan destinasi, kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur dasar juga menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan wisata sejarah dan budaya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kehadiran Museum Gubug Wayang II semakin memperkuat upaya membangun aglomerasi Heritage City Mojokerto Raya.
Menurut Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, pengembangan kawasan tersebut tidak dapat dilepaskan dari sejarah Majapahit yang menjadi identitas kuat Mojokerto Raya.
“Kita bersama-sama membangun Mojokerto Raya ini dengan membawa spirit of Majapahit sebagai sebuah keagungan yang memberikan semangat bagi kita bersama untuk terus memajukan daerah sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Ning Ita.
Ia menjelaskan, Kota Mojokerto memiliki sejumlah destinasi yang berpotensi dikoneksikan dengan kawasan Trowulan di Kabupaten Mojokerto. Kawasan tersebut memiliki banyak situs yang berkaitan dengan sejarah kejayaan Majapahit.
Kolaborasi antarwilayah, lanjutnya, diharapkan mampu menciptakan rangkaian destinasi wisata sejarah dan budaya yang lebih kuat sehingga wisatawan tidak hanya datang ke satu lokasi.
“Ketika ini kita kolaborasikan Mojokerto Raya sebagai kota wisata sejarah dan budaya Majapahit, maka tentu akan semakin mengangkat nama Mojokerto dan kejayaan Majapahit di masa lampau,” terangnya.
Ning Ita menambahkan, Museum Gubug Wayang yang telah berdiri lebih dari satu dekade juga memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem kebudayaan di Kota Mojokerto.
Peresmian Museum Gubug Wayang II menjadi tambahan penting bagi jejaring destinasi sejarah dan budaya di Mojokerto Raya. Ke depan, sinergi pemerintah, pengelola museum, komunitas dan masyarakat diharapkan mampu menjadikan kawasan tersebut tidak hanya sebagai tempat pelestarian warisan sejarah, tetapi juga pusat edukasi, pariwisata serta penggerak ekonomi berbasis kebudayaan.
Dengan kekayaan warisan Majapahit yang dimiliki, Mojokerto Raya dinilai memiliki peluang besar untuk membangun identitas sebagai salah satu kawasan utama wisata sejarah dan budaya di Jawa Timur. *ds
#kotamojokerto #gubugwayang #ningita
