Kondisi mobil minibus Isuzu Elf yang mengalami rem blong di jalur turunan AMD Sendi, Pacet.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalur wisata Pacet. Sebuah minibus Isuzu bernomor polisi L 7791 AF yang mengangkut 16 penumpang mengalami rem blong di jalur turunan AMD Sendi, Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kabupaten Mojokerto, Kamis (1/1/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat kendaraan melintas di jalur menurun yang dikenal rawan kecelakaan. Minibus dilaporkan kehilangan kendali, oleng, menabrak tiang listrik, lalu terbalik di sisi jalan.
Minibus tersebut membawa rombongan keluarga asal Surabaya yang sedang berwisata. Mereka diketahui dalam perjalanan dari Kota Batu menuju kawasan pemandian air panas Pacet. Saat memasuki turunan panjang, kendaraan diduga mengalami gagal fungsi rem secara total.
Pengemudi minibus, Arifin, mengungkapkan bahwa kondisi kendaraan awalnya masih normal sebelum memasuki jalur penurunan. Namun, rem tiba-tiba tidak merespons saat dibutuhkan.
“Saya sering lewat jalur ini. Tadi awalnya rem masih aman, tapi begitu masuk turunan, rem mendadak tidak terasa sama sekali,” ujar Arifin di lokasi kejadian.
Menyadari kondisi darurat tersebut, Arifin berupaya menghindari risiko yang lebih besar dengan membanting setir ke arah timur. Upaya itu dilakukan untuk mencegah kendaraan melaju tak terkendali ke jurang atau menabrak kendaraan lain. Namun, minibus justru menghantam tiang listrik dan akhirnya terbalik.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar. Proses evakuasi dilakukan oleh relawan dan warga sekitar yang memang siaga di jalur tersebut, mengingat kawasan Pacet kerap terjadi kecelakaan, khususnya saat musim liburan.
Seluruh korban kemudian dilarikan ke RSUD Sumberglagah Pacet untuk menjalani pemeriksaan medis dan perawatan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun beberapa penumpang mengalami luka ringan hingga sedang.
Petugas kepolisian bersama instansi terkait segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengatur arus lalu lintas, serta membantu proses evakuasi kendaraan.
Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bagi pengguna jalan, khususnya kendaraan wisata, untuk memastikan kondisi kendaraan prima sebelum melintasi jalur ekstrem Pacet, terutama sistem pengereman yang menjadi faktor krusial di kawasan pegunungan.*dsy
