Ning Ita meninjau kegiatan profiling ASN di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto dan SMP Negeri 4 Kota Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds-kom)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mulai memetakan potensi dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) melalui Program ProASN. Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penerapan manajemen talenta untuk membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia yang lebih terarah.
Profiling ASN tersebut berlangsung selama tiga hari, 14–16 September 2026, dengan melibatkan 650 ASN Pemkot Mojokerto. Peserta berasal dari berbagai jenjang, mulai dari jabatan fungsional hingga pelaksana atau staf.
Pelaksanaan kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto dan SMP Negeri 4 Kota Mojokerto. Agar seluruh peserta dapat mengikuti proses pemetaan secara tertib, kegiatan setiap harinya dibagi menjadi dua sesi.
Sejumlah aspek yang dipetakan meliputi kompetensi manajerial, kompetensi sosiokultural, literasi digital, serta preferensi karier. Data tersebut nantinya menjadi bagian dari informasi yang dibutuhkan dalam sistem manajemen talenta ASN.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menegaskan, profiling bukanlah tujuan akhir dari program tersebut. Menurutnya, profiling merupakan tahapan untuk melengkapi komponen yang diperlukan dalam penerapan manajemen talenta.
“Ada kegiatan profiling ASN dalam rangka memenuhi tahapan terkait dengan manajemen talenta yang sudah kita expose beberapa waktu lalu di BKN Republik Indonesia. Jadi, bukan pada profilingnya, profiling itu adalah tahapan untuk mengisi komponen yang ada pada manajemen talenta,” jelas Ning Ita.
Ia mengatakan, penerapan manajemen talenta nantinya akan memberikan kemudahan bagi dirinya selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam melakukan penataan ASN di lingkungan Pemkot Mojokerto.
“Manajemen talenta ini akan memudahkan bagi saya selaku PPK, Pejabat Pembina Kepegawaian, dalam rangka menata SDM di internal Pemerintah Kota Mojokerto,” tuturnya.
Ning Ita menjelaskan, sebelum sistem manajemen talenta diterapkan, proses pengisian jabatan tertentu, termasuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), membutuhkan keterlibatan pihak eksternal melalui panitia seleksi.
Melalui manajemen talenta, Pemkot Mojokerto nantinya memiliki talent pool yang berisi pemetaan potensi dan kompetensi setiap ASN. Data tersebut akan membantu pemerintah mengidentifikasi pegawai yang memiliki kapasitas dan potensi untuk dikembangkan ke jenjang karier berikutnya.
“Dengan diterapkannya sistem meritokrasi atau manajemen talenta ini, kita akan memiliki talent pool. Ada satu sampai dengan delapan box yang sudah terisi. SDM-SDM yang unggul tentu harus masuk di box yang paling tinggi,” terangnya.
Keberadaan talent pool juga akan menjadi basis dalam proses kaderisasi di lingkungan pemerintahan. Pemerintah dapat melihat kompetensi dan potensi ASN secara lebih terukur sehingga pengembangan sumber daya manusia dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
“Kita akan punya basis data untuk kaderisasi di dalam organisasi pemerintahan ini. Siapa punya kompetensi apa, nanti akan kita kader pada jabatan apa. Kompetensinya bisa kita lihat dari talent pool melalui manajemen talenta ini,” kata Ning Ita.
Menurutnya, sistem tersebut juga berkaitan erat dengan pengembangan karier ASN. Pemetaan potensi dan kompetensi akan memberikan gambaran mengenai kapasitas masing-masing pegawai dan menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karier sesuai ketentuan yang berlaku.
Ning Ita menilai manajemen talenta dapat menciptakan iklim kompetisi yang sehat di kalangan ASN. Setiap pegawai memiliki kesempatan menunjukkan kompetensi dan kapasitasnya untuk berkembang berdasarkan kinerja dan potensi yang dimiliki.
“Ini adalah sebuah sistem yang dibangun oleh pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi ASN berlomba-lomba secara sehat. Menunjukkan kompetensi yang dimiliki agar bisa menduduki jenjang karier yang lebih tinggi dengan berlomba secara sehat,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan ProASN ini, Pemkot Mojokerto tidak hanya memperoleh data profil ASN, tetapi juga membangun fondasi pengelolaan talenta yang diharapkan mampu mendukung kaderisasi, penataan SDM, dan pengembangan karier aparatur secara lebih objektif dan terarah. *ds-kom
#ningita #kotamojokerto #diskominfokotamojokerto
