Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Syaifudin Chalim. (suaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Syaifudin Chalim, menyerukan pentingnya solidaritas nasional bagi masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana banjir. Seruan tersebut disampaikan usai memimpin Sholat Ghaib dan doa bersama di Masjid Pesantren Amanatul Ummah, Jumat (10/12), yang diikuti ribuan santri.
Dalam pesannya, Kiai Asep menekankan bahwa bencana di sejumlah wilayah Sumatra bukan hanya menjadi duka daerah terdampak, tetapi juga duka seluruh bangsa Indonesia.
“Saudara-saudara kita sedang berada dalam kondisi sulit. Kepedulian dan doa dari seluruh rakyat akan menjadi kekuatan besar bagi mereka,” ujarnya.
Tokoh pendidik nasional yang juga ayah dari Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., itu mengimbau masyarakat luas, khususnya jamaah masjid dan para guru Pergunu, untuk menggelar doa bersama serta memberikan dukungan nyata bagi korban bencana.
Menurutnya, nilai kepedulian jauh lebih penting daripada besaran bantuan. “Yang utama adalah menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Ada saudara sebangsa yang memperhatikan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Kiai Asep menyatakan akan mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak. Namun bantuan tersebut diberikan dalam bentuk pembelian kebutuhan langsung di lokasi bencana agar lebih tepat sasaran.
Dikenal sebagai kiai dermawan yang aktif dalam kegiatan sosial, Kiai Asep juga menyampaikan doa agar kondisi di wilayah banjir segera pulih dan proses pemulihan infrastruktur berjalan lancar.
“InsyaAllah, setiap musibah membawa kebaikan dan hikmah besar untuk masa depan,” tutupnya. *ds
