Korban meninggal dalam kecelakaan beruntun di jalan raya Pekukuhan saat dievakuasi ke dalam Ambulance.(Suaraharianpagi.id/Desy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Jalan Raya Desa Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy meninggal dunia setelah terlibat benturan dengan dua truk dan sebuah mobil Daihatsu Terios.
Korban diketahui bernama Kris Eko Hartono, 48, warga Dusun Sukorame, Desa Penompo, Kecamatan Jetis, Kota Mojokerto. Usai kejadian, korban dievakuasi ke RSUD Prof. Dr. Soekandar, Mojosari.
Berdasarkan laporan awal Satlantas Polres Mojokerto, kecelakaan bermula ketika sejumlah kendaraan melaju searah dari barat ke timur. Kendaraan yang terlibat meliputi sebuah truk yang belum diketahui identitasnya, Honda Scoopy bernomor polisi S-3440-TN, truk bernomor polisi S-9427-UT, serta mobil Daihatsu Terios bernomor polisi W-1686-QT.
Saat melintas di lokasi kejadian, truk bernomor polisi S-9427-UT yang dikemudikan Ikrar Madya Prayoga diduga kehilangan kendali hingga menabrak Honda Scoopy yang berada di depannya.
Benturan tersebut membuat sepeda motor korban terpental ke sisi kanan jalan, sedangkan korban terjatuh ke sisi kiri jalan.
Kecelakaan berlanjut ketika mobil Daihatsu Terios yang dikemudikan Ririn Tri Anisiyah, yang melaju dari arah belakang, menabrak truk S-9427-UT. Akibat benturan itu, truk terdorong ke depan dan kembali mengenai korban yang terjatuh di jalan.
Akibat rangkaian tabrakan tersebut, Kris Eko Hartono meninggal dunia. Berdasarkan laporan awal, belum ada korban luka lain yang dilaporkan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Muhammad Jeepsal Putra Pratama, mengatakan petugas telah melakukan penanganan di lokasi kejadian dan mengumpulkan sejumlah keterangan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
“Petugas telah melakukan penanganan di lokasi kejadian, mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan saksi-saksi. Langkah ini dilakukan untuk mendalami kronologi dan memastikan penyebab kecelakaan,” Ipda Jeepsal.
Berdasarkan pendataan awal, kecelakaan diduga berkaitan dengan kurangnya kehati-hatian pengemudi truk S-9427-UT dalam memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya. Meski demikian, penyebab pasti kecelakaan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh petugas.
Polisi juga melakukan pendataan terhadap kendaraan dan pengemudi yang terlibat guna melengkapi proses penyelidikan.
Ipda Muhammad Jeepsal Putra Pratama mengimbau para pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati, menjaga jarak aman antarkendaraan, serta memperhatikan kondisi lalu lintas di depan, terutama saat melintas di jalur dengan arus kendaraan yang padat.
“Pengemudi harus selalu menjaga jarak aman, mengendalikan kecepatan, dan berkonsentrasi saat berkendara. Dengan meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi aturan lalu lintas, risiko terjadinya kecelakaan dapat diminimalkan,” ungkap Jeepsal.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk lebih mengutamakan keselamatan dan mengantisipasi potensi bahaya selama berkendara.(Dsy)




