Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pemenuhan Data Dukung Indikator Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) Tahun 2026 di Ruang Rapat Jawa I BAPPERIDA Kota Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds-kom)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto memperkuat kontribusinya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia melalui pemenuhan data pembangunan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menghadiri Monitoring dan Evaluasi Pemenuhan Data Dukung Indikator Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) Tahun 2026 di Ruang Rapat Jawa I BAPPERIDA Kota Mojokerto, Selasa (15/9).
Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari, mengatakan keikutsertaan Kota Mojokerto dalam I-SIM merupakan bagian dari kontribusi pemerintah daerah terhadap pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Menurutnya, seluruh tujuan SDGs memiliki keterkaitan dengan pembangunan di daerah. Karena itu, pemerintah daerah memiliki peran penting, khususnya dalam menyediakan data yang mampu menggambarkan kondisi pembangunan secara objektif.
“Yang perlu digarisbawahi, yang dinilai adalah penyediaan datanya. Bukan program-program yang mendukung capaian SDGs-nya. Mohon ini dipahami,” tegas Ning Ita.
Ia menjelaskan, data yang dihimpun dari pemerintah daerah akan menjadi salah satu bahan untuk melihat sejauh mana pembangunan berkelanjutan telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia.
Terlebih, target pencapaian SDGs 2030 semakin dekat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap data yang valid, lengkap dan terukur dari daerah menjadi semakin penting.
“Sekarang menuju SDGs 2030 waktunya semakin pendek. Artinya negara membutuhkan validitas data dari daerah-daerah se-Indonesia terkait sejauh mana Indonesia ini mendukung 17 goals SDGs tersebut,” tuturnya.
Ning Ita menambahkan, data dari daerah tidak hanya digunakan untuk kepentingan evaluasi pembangunan nasional. Data tersebut juga menjadi bagian dari kebutuhan Indonesia dalam menyampaikan perkembangan pencapaian pembangunan berkelanjutan pada forum yang lebih tinggi, termasuk dalam konteks global.
“Maka butuh inputing data dari daerah yang akan digunakan oleh negara, tentu saja pada konferensi yang lebih tinggi. Ini terkait dengan tujuan pembangunan yang berkelanjutan secara global, tidak hanya Indonesia saja,” jelasnya.
Untuk itu, Ning Ita meminta seluruh kepala perangkat daerah memberikan perhatian terhadap pemenuhan data dukung indikator I-SIM. Menurutnya, keterlibatan lintas perangkat daerah diperlukan karena indikator SDGs mencakup berbagai sektor, mulai sosial, ekonomi, lingkungan hingga tata kelola pemerintahan.
Ia mengakui bahwa keikutsertaan dalam pemenuhan data I-SIM bukan merupakan kewajiban khusus yang berdiri sendiri dalam tugas perangkat daerah. Namun, hal tersebut dinilai sebagai bagian dari kontribusi pemerintah daerah terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
“Ini memang bukan sebuah mandatory di dalam tugas kita, tapi ini bagian dari tugas kita dalam rangka menyukseskan pembangunan berkelanjutan, kontribusi negara kita di tingkat global,” ungkapnya.
Kota Mojokerto sendiri telah mengikuti I-SIM sejak 2022. Konsistensi tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.
Capaian sebelumnya menjadi dorongan bagi Pemkot Mojokerto untuk meningkatkan kualitas pemenuhan data. Pada pelaksanaan I-SIM 2025, Kota Mojokerto berhasil menempati peringkat kedelapan dari 77 kota di Indonesia yang berpartisipasi.
“Orang Mojokerto harus menyumbang, mendukung, atau berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia dalam rangka mendukung pencapaian SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Ning Ita.
Melalui evaluasi dan pemenuhan data I-SIM 2026, Pemkot Mojokerto berharap kualitas data pembangunan semakin baik sehingga kontribusi daerah terhadap pencapaian target SDGs Indonesia dapat tergambar secara lebih akurat. *ds-kom
