Ning Ita saat kunjungi kediaman salah satu veteran TNI Angkatan Laut (AL), Kardi, di kawasan Griya Permata Meri.(suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Mojokerto untuk kembali menyapa para veteran yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.
Sebanyak 88 anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Mojokerto menerima tali asih berupa paket sembako dari Pemkot Mojokerto, Senin (17/8). Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Wakil Wali Kota Mojokerto, serta jajaran kepala perangkat daerah.
Tak sekadar menyerahkan bantuan, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu juga mendatangi langsung kediaman salah satu veteran TNI Angkatan Laut (AL), Kardi, di kawasan Griya Permata Meri.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Ning Ita untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan tali asih kepada Kardi. Bagi veteran berusia 80 tahun itu, kedatangan orang nomor satu di Kota Mojokerto tersebut menjadi pengalaman yang membuatnya bangga dan terharu.
Kardi menilai kunjungan langsung tersebut menunjukkan sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat.
“Bu Wali sangat betul-betul merakyat. Saya bangga. Saya dikunjungi. Saya sebagai orang kecil, Bu Wali mau sowan ke rumah saya. Terima kasih atas apa yang telah diberikan,” ungkapnya.
Di balik sosoknya yang kini menikmati masa tua, Kardi menyimpan perjalanan panjang sebagai seorang prajurit. Ia bergabung dengan TNI ketika baru berusia 18 tahun dan masuk Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL), yang kini dikenal sebagai Korps Marinir Republik Indonesia.
Selama menjalani masa pengabdian, Kardi pernah terlibat dalam operasi militer di Timor Timur. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang paling membekas dalam perjalanan hidupnya sebagai prajurit.
Ia mengenang operasi tersebut memiliki sisi emosional tersendiri. Sebab, pihak yang dihadapi kala itu bukan orang asing, melainkan sesama saudara.
Namun sebagai seorang prajurit, Kardi tetap menjalankan tugas ketika berada di medan operasi.
“Operasi itu sebenarnya perang sama saudara kita sendiri. Musuhnya bukan orang asing. Jadi masih ada rasa saudara. Kalau dia menembak dan mau membunuh kita, ya kita balas. Itu saja,” kenangnya.
Kini, meski telah berusia 80 tahun, Kardi masih tampak bugar. Ia menyebut salah satu prinsip yang dijalani selama ini adalah tidak terlalu membebani pikiran dan selalu berusaha mensyukuri keadaan.
“Resep awet muda saya enggak banyak mikir. Walaupun keadaan saya enak maupun enggak enak, saya tetap bersyukur. Itu saja,” tuturnya.
Kardi saat ini tinggal bersama istrinya. Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga memberikan semangat kepada Kardi agar tetap sabar dan kuat mendampingi sang istri yang harus menjalani cuci darah.
Bagi Pemkot Mojokerto, pemberian tali asih kepada para veteran bukan sekadar bantuan sosial. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus apresiasi atas pengabdian dan perjuangan para veteran dalam perjalanan bangsa.
Kunjungan langsung ke kediaman veteran juga menjadi wujud kepedulian dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat. Terlebih kepada mereka yang telah memberikan bagian penting dari hidupnya untuk menjalankan tugas dan menjaga bangsa Indonesia. *ds
#kotamojokerto #veteran
