Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di halaman Pendapa Graha Maja Tama. (suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-733 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk memperkuat arah pembangunan yang merata dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di halaman Pendapa Graha Maja Tama (GMT).
Mengusung tema “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”, peringatan tahun ini menegaskan komitmen pemerintah daerah agar hasil pembangunan dapat dirasakan hingga pelosok wilayah.
Upacara berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, sejumlah mantan bupati seperti Achmady, Akh Jazuli, dan Pungkasiadi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, jajaran Forkopimda, kepala OPD, camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Nuansa budaya Majapahit turut mewarnai jalannya acara. Penampilan musik keroncong kolosal, Tari Banjaran Majapahit, parade hasil bumi dan peternakan unggulan, hingga replika kapal tempo dulu menghadirkan suasana khas budaya Mojopahit dalam peringatan tersebut.
Pada kesempatan itu, Gus Barra juga menyerahkan penghargaan kepada kepala desa berprestasi yang berhasil menuntaskan pembayaran pajak daerah serta siswa-siswi berprestasi dalam rangkaian lomba Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.
Dalam amanatnya, Gus Barra menegaskan bahwa tantangan global saat ini menuntut pemerintah daerah bekerja lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“Efisiensi bukan berarti mengurangi semangat berkarya, tetapi memastikan setiap sumber daya yang dimiliki benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,” tegasnya.
Ia juga mengulas sejarah lahirnya Kabupaten Mojokerto yang tidak terlepas dari perjuangan Raden Wijaya saat menghadapi pasukan Tar-Tar pada 9 Mei 1293. Peristiwa tersebut menjadi tonggak berdirinya Majapahit sekaligus ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.
Menurutnya, perjalanan panjang selama 733 tahun telah membawa berbagai kemajuan bagi Kabupaten Mojokerto, baik di bidang sosial maupun ekonomi.
“Hal yang patut kita syukuri bersama adalah pembangunan di Kabupaten Mojokerto dari waktu ke waktu terus menunjukkan perkembangan yang positif,” ujarnya.
Sejumlah indikator pembangunan daerah tahun 2025 pun mencatat hasil menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mojokerto mencapai 77,46 persen, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,56 persen, dan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,49 persen. Capaian tersebut disebut berada di atas rata-rata nasional maupun Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, angka kemiskinan tercatat sebesar 8,79 persen dengan indeks gini 0,315, sedangkan angka harapan hidup masyarakat mencapai 75,28 tahun.
Di sektor fiskal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mojokerto pada Perubahan APBD 2025 meningkat menjadi Rp851,7 miliar. Pemkab Mojokerto juga optimistis PAD tahun 2026 dapat kembali naik hingga Rp881,7 miliar.
Untuk mempercepat pembangunan, pemerintah daerah menyiapkan sembilan proyek strategis pada tahun anggaran 2026. Di antaranya peningkatan Bendung Wonokerto Tahap II, rekonstruksi Jalan Pekukuhan–Ngoro, pelebaran sejumlah ruas jalan strategis, pembangunan Jembatan Sumberkembar IV, serta rehabilitasi fasilitas kesehatan dan olahraga.
Gus Barra menekankan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk sinergi antara legislatif dan eksekutif.
“Diperlukan kerja sama yang harmonis antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah prestasi yang diraih Kabupaten Mojokerto selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Salah satunya keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut.
Selain itu, Kabupaten Mojokerto juga berhasil meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Nindya, Innovation Government Award (IGA) kategori Kabupaten Sangat Inovatif, Kabupaten Sehat kategori Padapa, hingga UHC Award kategori Pratama.
Menutup sambutannya, Gus Barra mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa cinta terhadap Kabupaten Mojokerto sebagai modal penting dalam pembangunan daerah.
“Kita harus menularkan rasa cinta itu kepada anak-anak dan masyarakat. Wujudkan cinta tersebut melalui kerja nyata untuk Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. *ds
Tag :
#kabupatenmojokerto #humaskabupatenmojokerto #kominfokabupatenmojokerto
