Anggota Koramil bersama personel polsek bersama-sama melakukan pemadaman kobaran api di lahan kosong Dusun Temuireng, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.(suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Kebakaran semak belukar terjadi di lahan kosong Dusun Temuireng, Desa Temuireng, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/9) sore. Kobaran api yang muncul di kawasan pinggir jalan raya tersebut langsung mendapat penanganan dari aparat kewilayahan bersama masyarakat.
Anggota Koramil 0815/08 Dawarblandong Sertu Basori bersama personel Polsek Dawarblandong dan warga sekitar bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi adanya titik api.
Medan yang dipenuhi semak dan dedaunan kering membuat api berpotensi cepat merambat. Kondisi tersebut mendorong petugas dan masyarakat melakukan pemadaman secara bersama-sama untuk mencegah kobaran api meluas ke area sekitar.
Dengan penanganan secara cepat dan terkoordinasi, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Sertu Basori mengatakan, kecepatan penanganan menjadi hal penting ketika kebakaran terjadi di tengah kondisi cuaca panas dan vegetasi yang mengering.
“Kami bersama anggota Polsek dan masyarakat langsung bergerak begitu mendapat informasi. Yang terpenting adalah api segera dikendalikan agar tidak merambat dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Sertu Basori di lokasi.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama ketika kondisi lingkungan banyak ditumbuhi semak dan dedaunan kering.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan banyaknya lahan dengan vegetasi kering,” tambahnya.
Berdasarkan hasil penanganan di lokasi, lahan semak yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 800 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.
Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat titik bara yang dapat kembali menyala.
Kebakaran lahan tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama terhadap potensi karhutla. Kondisi lahan yang kering ditambah cuaca panas dapat membuat api mudah menjalar apabila tidak segera ditangani.
Sinergi antara TNI, Polri dan masyarakat menjadi salah satu upaya penting dalam mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. *ds/pendim0815
#kodim0815 #pendim0815
