Pohon tumbang akibat hujan angin tutup jalur Pacet-Cangar.(Foto: Dokumen BPBD kabupaten Mojokerto)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Pacet, Kabupaten Mojokerto, Rabu malam (4/3/2026). Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menutup badan jalan di jalur utama Pacet–Cangar serta beberapa titik di wilayah Mojosari.
Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sempat tersendat. Pengendara yang melintas di jalur wisata menuju Cangar, Kota Batu, terpaksa memperlambat laju kendaraan karena material pohon menutup hampir seluruh badan jalan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mojokerto, Ir. Rinaldi Rizal Sabirin, S.T., M.BA, mengatakan laporan pertama diterima pada malam hari saat hujan masih berlangsung.
“Hingga pukul 21.50 WIB, laporan pohon tumbang masuk dari dua ruas jalan, yakni jalur Pacet–Cangar dan wilayah Mojosari. Tim kami langsung bergerak melakukan asesmen dan evakuasi,” ujar Rinaldi saat dikonfirmasi.
Menurutnya, petugas gabungan dari BPBD, relawan, TNI, dan Polri dikerahkan untuk melakukan pemotongan batang pohon dan membersihkan material yang menghalangi jalan. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap mengingat kondisi hujan dan angin masih cukup kencang.
Ia menjelaskan, salah satu titik yang terdampak berada di Jalan Raya Mojosari–Pacet, tepatnya di Desa Simbaringin. “Untuk lokasi di Simbaringin sudah selesai ditangani dan arus lalu lintas kembali normal. Sementara di jalur Pacet–Cangar masih dalam proses pembersihan,” katanya.
Rinaldi menambahkan, wilayah Pacet dan jalur menuju Cangar memang tergolong rawan saat terjadi cuaca ekstrem, mengingat banyaknya pepohonan besar di sepanjang jalan serta kontur wilayah perbukitan.
BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur wisata dan perbukitan ketika hujan deras disertai angin kencang.
“Kami mengingatkan pengendara untuk berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan bila perlu menunda perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca dan bersiaga untuk mengantisipasi potensi kejadian serupa di wilayah Kabupaten Mojokerto.(Dsy)
