Bonsai dari berbagai daerah menghiasi kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM), Kota Mojokerto. (suaraharianpagi.id/ds)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Lebih dari 500 tanaman bonsai dari berbagai daerah menghiasi kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM), Kota Mojokerto, dalam Pameran dan Kontes Bonsai se-Jawa Timur bertajuk “Abhinaya Bumi Wilwatikta”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kualitas dan keindahan bonsai, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat serta memperkuat komunitas pecinta bonsai.
Pameran yang diinisiasi Kecamatan Kranggan bersama Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Kota Mojokerto tersebut merupakan bagian dari program One OPD One Event. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pegiat bonsai untuk menampilkan koleksi dan kreativitas, sekaligus menjalin silaturahmi dengan sesama penghobi.
Peserta datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Kota Mojokerto, Gresik, Jombang, Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Lamongan, Malang, hingga Trenggalek. Sejumlah penghobi dari luar Jawa Timur juga turut ambil bagian, di antaranya dari Cirebon, Tasikmalaya, Depok, dan Jawa Tengah.
Beragam jenis bonsai dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Santigi menjadi jenis yang paling mendominasi dengan 125 pohon, disusul Sancang sebanyak 83 pohon, Serut 55 pohon, Waru 52 pohon, dan Hoki Antea 35 pohon.
Selain itu, pengunjung juga dapat melihat berbagai jenis bonsai lainnya, seperti Sianci, Kimeng, Saeng Simbur, Anting Putri, Loa, Cemara Udang, Ulmus, Dolar, Amplas, Mustam, Beringin, Asem, Kawista, Legundi, Jeruk Kingkit, Adenium, Bougenville, hingga Dolar Korea.
Ketua PPBI Kota Mojokerto, Elvin Rulianto, mengatakan pameran tersebut tidak sekadar menjadi ajang menampilkan keindahan dan estetika tanaman bonsai. Menurutnya, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha dan pengrajin bonsai di wilayah Mojokerto.
“Ya, tujuan pameran ini untuk menambah ekonomi masyarakat sekitar Mojokerto. Ini juga sebagai tolok ukur di Jawa Timur untuk pameran bonsai se-Jatim,” kata Elvin saat ditemui di lokasi pameran, Kamis (5/11).
Elvin menjelaskan, pameran kali ini menghadirkan tiga kelas bonsai, yakni kelas bahan, setengah jadi, dan jadi. Pembagian tersebut memungkinkan pengunjung melihat proses pembentukan bonsai dalam berbagai tahapan, mulai dari tanaman yang masih berupa bahan hingga bonsai yang telah memiliki karakter dan nilai estetika.
Antusiasme peserta juga terlihat dari para penghobi yang membawa koleksi terbaik untuk dipamerkan. Salah satunya Koko (30), penghobi bonsai asal Mojosari. Ia mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena memiliki tanaman yang menurutnya sudah layak untuk ditampilkan.
“Kebetulan pas ada bonsai yang sudah layak menurut saya buat ikut berpartisipasi, nah itu saya bawa ke sini,” tuturnya.
Melalui pameran dan kontes ini, para pecinta bonsai tidak hanya berkesempatan memperlihatkan kualitas koleksinya, tetapi juga bertukar pengalaman dan memperluas jaringan antarkomunitas. Kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin mengembangkan kecintaan masyarakat terhadap seni bonsai sekaligus menambah daya tarik wisata Kota Mojokerto. *ds




