Kapolres Jombang AKBP Dr. H. Yanto Mulyanto P., S.H., S.I.K., M.H., M.Si., resmikan Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah. (suaraharianpagi.id/ds)
Jombang – suaraharianpagi.id
Polres Jombang membentuk Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah sebagai langkah pencegahan berbagai bentuk gangguan keamanan dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Pembentukan satgas tersebut diresmikan melalui apel yang dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Dr. H. Yanto Mulyanto P., S.H., S.I.K., M.H., M.Si., Senin (2/11).
Kegiatan tersebut dihadiri pejabat utama (PJU) Polres Jombang, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, para kepala sekolah, serta koordinator guru Bimbingan Konseling (BK) se-Kabupaten Jombang.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus mempersiapkan masa depan bangsa. Namun, lingkungan pendidikan juga menghadapi berbagai tantangan yang perlu diantisipasi bersama, mulai dari perundungan atau bullying, judi online, penyalahgunaan narkoba hingga kenakalan remaja.
“Sekolah sejatinya adalah rumah kedua, tempat di mana karakter dibentuk, ilmu ditabur, dan masa depan bangsa dianyam. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa tantangan zaman semakin kompleks. Ancaman seperti perundungan, judi online, bahaya narkoba, hingga kenakalan remaja terus mengintai anak-anak kita,” ujar Yanto.
Menurutnya, pembentukan Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah merupakan langkah preventif yang membutuhkan dukungan seluruh elemen. Upaya menciptakan sekolah yang aman tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian, tetapi harus melibatkan pihak sekolah, tenaga pendidik, pemerintah, orang tua, dan masyarakat.
Kepada personel yang bertugas sebagai polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah, Kapolres berpesan agar mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Mereka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus sahabat bagi para siswa.
Personel juga diminta membangun komunikasi yang baik, mendengarkan keluhan pelajar, serta melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.
Kapolres turut mengajak para kepala sekolah dan guru BK memperkuat koordinasi dengan kepolisian. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik diharapkan dapat diketahui lebih awal dan ditangani secara tepat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama atas dukungan terhadap program Polisi Jogo Sekolah. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres secara khusus memberikan pesan kepada para pengurus OSIS agar turut menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekolah.
“Kepada anak-anakku, para pengurus OSIS, kalian adalah agen perubahan atau agent of change. Jadilah pelopor ketertiban dan kedisiplinan di sekolah masing-masing. Jangan ragu untuk merangkul teman-teman kalian dan jadilah mata serta telinga yang aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman,” pesannya.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim dan memohon rida Allah SWT, Kapolres Jombang secara resmi menyatakan Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah Polres Jombang siap bertugas pada Senin (2/11).
Melalui pembentukan satgas tersebut, Polres Jombang berkomitmen memperkuat upaya pencegahan melalui kehadiran personel di lingkungan pendidikan, membangun komunikasi dengan para pelajar, serta meningkatkan koordinasi bersama pihak sekolah dan instansi terkait.
Program ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, tertib, disiplin, dan ramah anak, sehingga siswa dapat belajar serta mengembangkan potensi diri tanpa dibayangi ancaman perundungan, narkoba, judi online, maupun berbagai bentuk kenakalan remaja. *ds




