Karyawan Kedai kopi Sugeng Jaya, Muhammad Reihan Sazaki menunjukkan tempat parkir motor Vario rekan kerjanya yang dicuri maling.(Suaraharianpagi.id/Desy)
Mojokerto Kota – Suaraharianpagi.id
Aksi dua orang yang diduga mencuri sepeda motor di kawasan Jalan Raya Meri, Kota Mojokerto, berakhir dramatis. Warga yang mengetahui aksi tersebut membuntuti pelaku hingga terjadi kejar-kejaran di Jalan Tropodo.
Satu pelaku akhirnya terjatuh setelah motor yang dikendarainya ditendang warga yang melakukan pengejaran. Pelaku kemudian berhasil diamankan warga, sedangkan rekannya yang mengendarai Honda Beat melarikan diri.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (5/10/2026) siang. Motor yang menjadi sasaran pencurian merupakan Honda Vario 125 warna hitam putih bernopol S 4931 ODI milik Dewi Anjar Sari, staf Kedai Kopi Sugeng Jaya.
Motor korban saat itu terparkir di depan kedai yang berada di Jalan Raya Meri. Kedua pelaku diduga mengambil motor tersebut, kemudian berusaha melarikan diri ke arah utara.
Dalam pelariannya, satu pelaku mengendarai Honda Beat, sedangkan pelaku lainnya menaiki Honda Vario milik korban. Motor Vario tersebut diduga sempat didorong menggunakan Honda Beat yang dikendarai rekannya.
Keduanya kemudian melintas melalui kawasan Griya Permata Meri (GPM) sebelum mengarah ke Jalan Tropodo.
Aksi tersebut diketahui warga. Muhammad Reihan Sazaki atau Zaki bersama rekannya kemudian berusaha membuntuti kedua pelaku. Mereka tidak langsung melakukan pengejaran secara terbuka agar tidak membuat pelaku panik dan melarikan diri.
“Pas saya mau beli alat buat kebutuhan kedai, tiba-tiba ada teriak-teriak maling. Awalnya saya tidak menduga, kemudian saya bilang ke teman saya ada maling dan langsung ikut mengejar,” ujar Zaki.
Menurut Zaki, pengejaran berlangsung hingga kawasan Jembatan Tropodo. Saat itu, laju kedua pelaku mulai semakin kencang.
“Awalnya dari keluar gang GPM sengaja dibiarkan ke arah utara. Pelakunya dua orang naik motor Beat, mengambil motor Vario. Motor Vario itu tidak dinyalakan, tetapi didorong,” katanya.
Sesampainya di kawasan Jembatan Tropodo, warga yang membuntuti mulai mendekati kedua pelaku. Saat memasuki jalan menurun, kesempatan untuk menghentikan pelaku akhirnya datang.
“Saudara saya melihat ini orang mau belok atau lurus, ternyata lurus. Ketika jalan turunan, saudara saya langsung kencang. Motor Beat ditendang dulu,” ungkap Zaki.
Akibat tendangan tersebut, pelaku yang mengendarai Honda Vario kehilangan keseimbangan dan terjatuh di tengah jalan. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berusaha mengamankan pelaku.
Sementara itu, pelaku yang mengendarai Honda Beat berhasil meloloskan diri dan kabur dari lokasi.

Pedagang es di Jalan Raya Tropodo, Saiful Bahri, menjadi salah satu warga yang menangkap pelaku. Ia mengaku spontan mengejar setelah mendengar teriakan maling.
“Pelaku dikejar dari arah selatan dan diteriaki maling. Kemudian pelaku ditendang oleh orang yang mengejar dan jatuh. Habis itu saya lari dan pegang malingnya,” kata Saiful.
Saiful menyebut saat diamankan, pelaku sempat dipukuli sejumlah warga. Namun, kondisi pelaku tidak sampai mengalami luka serius.
“Orangnya sempat dipukuli, tetapi tidak sampai terluka. Cuma keluar darah sedikit dari mulutnya,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti bahwa pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari komplotan berjumlah dua orang. Sebab, dirinya baru mengetahui kejadian tersebut ketika melihat pelaku terjatuh.
“Saya kurang tahu kalau informasinya dua orang pelaku. Waktu ditendang jatuh, saya langsung lari dan pegang supaya tidak kabur,” jelasnya.
Menurut Saiful, polisi datang sekitar lima menit setelah pelaku berhasil diamankan warga.
“Setelah saya pegang, orangnya dibawa ke pojok sana. Sebentar kemudian polisi datang dan langsung dibawa polisi,” katanya.
Dalam proses pengamanan, warga juga menemukan senjata tajam yang diduga dibawa oleh pelaku. Senjata tersebut kemudian diamankan warga untuk diserahkan kepada polisi.
Zaki mengatakan, keberadaan motor curian tersebut baru dipastikan setelah dirinya kembali ke Kedai Kopi Sugeng Jaya dan mengecek kendaraan yang hilang.
“Saya selesai mengumpulkan barang langsung ke sini, saya cek apakah sepeda anak-anak Sugeng ada yang hilang. Ternyata motor itu milik rekan kerja, Dewi Anjar Sari, orang Blimbing, Kesamben,” ujarnya.
Motor Honda Vario tersebut kemudian diamankan polisi sebagai barang bukti. Korban bersama rekannya juga datang ke lokasi setelah mengetahui kendaraan miliknya ditemukan.
Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Muhammad Kevin Ramadhan membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut satu orang telah diamankan dan saat ini masih menjalani proses penyidikan.
“Betul mas, sudah diamankan di Unit 3 Satreskrim. Mohon waktu ya mas, masih didalami,” tegas Kevin.
Polisi masih melakukan penyidikan dan pengembangan untuk mengungkap secara utuh aksi pencurian tersebut, termasuk memburu pelaku lain yang berhasil melarikan diri.(Dsy)




