Babinsa desa Curahmojo Serka Heru saat melakukan fogging di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. (suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Upaya mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan masyarakat dilakukan secara bersama-sama. Di Dusun Ngepung, Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, pemerintah desa bersama tenaga kesehatan, Babinsa dan unsur kewilayahan menggelar fogging, Kamis (10/9).
Pengasapan dilakukan sebagai langkah pengendalian potensi berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk menjadi sasaran, mulai dari saluran air, selokan di sekitar rumah, kamar mandi hingga area lingkungan lainnya.
Babinsa Desa Curahmojo Serka Heru turut mendampingi kegiatan tersebut bersama unsur terkait. Kehadirannya sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan fogging di lingkungan permukiman warga.
Danramil 0815/11 Pungging Kapten Cba Dodik Satrio Nugroho menegaskan, pencegahan DBD tidak cukup hanya mengandalkan pengasapan. Kebersihan lingkungan dan pemberantasan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk harus dilakukan secara rutin oleh masyarakat.
“Kegiatan fogging ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, Babinsa dan masyarakat dalam mencegah potensi penyebaran DBD. Yang terpenting, upaya ini harus dilanjutkan dengan kepedulian bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit yang ditularkan melalui nyamuk tersebut. Pemerintah desa dan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta pelayanan, sementara unsur kewilayahan mendukung kegiatan pencegahan di lapangan.
Di sisi lain, masyarakat memiliki peran utama dalam menjaga lingkungan tempat tinggal. Genangan air, saluran yang tidak terawat maupun wadah yang dapat menampung air perlu diperhatikan agar tidak menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk.
Kapten Dodik juga mengajak warga membangun kebiasaan menjaga kebersihan secara berkelanjutan. Gotong royong dan komunikasi antarunsur di tingkat desa dinilai dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan lingkungan.
“Jangan hanya mengandalkan fogging. Kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi kebiasaan, sehingga potensi munculnya sarang nyamuk dapat ditekan sejak awal,” tambahnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kades Curahmojo Sutrisno, Bidan Desa Curahmo Yeni, S.Tr.Keb., Perawat Desa Curahmo Ibad, S.Kep., Kadus Curahmojo Sri Wahyuni, Babinsa Desa Curahmojo Serka Heru serta unsur terkait lainnya.
Melalui sinergi tersebut, pencegahan DBD diharapkan tidak berhenti pada kegiatan fogging, tetapi berlanjut melalui kesadaran warga dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan secara rutin. *ds/pendim0815
#kodim0815 #pendim0815 #desacurahmojo #fogging
