Tim Survei Kodim 0815/Mojokerto bersama Denzibang V/4 Mojokerto meninjau Kondisi jembatan penghubung di Dusun Blentreng, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.(suaraharianpagi.id/pendim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Kondisi jembatan penghubung di Dusun Blentreng, Desa Ngembat, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, menjadi perhatian Kodim 0815/Mojokerto. Jembatan yang selama ini menjadi akses masyarakat menuju kawasan pertanian tersebut mengalami kerusakan dan kini hanya dapat dilalui pejalan kaki.
Kondisi itu menjadi salah satu lokasi yang ditinjau Tim Survei Kodim 0815/Mojokerto bersama Denzibang V/4 Mojokerto, Selasa (8/9). Jembatan Sungai Blentreng termasuk dalam 10 titik yang disurvei sebagai calon lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VIII.
Peninjauan dilakukan untuk mendapatkan gambaran riil mengenai kondisi medan, karakteristik sungai, kondisi jembatan yang ada, serta kebutuhan teknis apabila pembangunan jembatan direalisasikan.
Sejumlah pihak turut hadir dalam survei tersebut. Di antaranya Danramil 0815/18 Gondang Kapten Inf Warudi, Bati Bakti Sterdim 0815/Mojokerto Serma Faishol, Serka Darsono dari Denzibang V/4, Batuud Koramil 0815/18 Gondang Pelda Umar Agus P., Babinsa Ngembat Serda Daud Meo Melanting, Sekretaris Desa Ngembat Sampurna, Kepala Dusun Blentreng Tohari, serta perangkat desa.
Dari hasil pengukuran awal, jembatan yang berada di atas Sungai Blentreng memiliki panjang sekitar 10 meter dan lebar 3 meter. Sementara lebar sungai mencapai sekitar 7 meter, dengan jarak dari bagian bawah jembatan menuju aliran air sekitar 7 meter dan debit air sekitar 3 meter.
Jembatan tersebut memiliki peran penting karena menghubungkan kawasan hutan dengan Dusun Blentreng. Jalur ini juga dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas pertanian, termasuk membawa sarana produksi dan mengangkut hasil panen.
Namun, kerusakan jembatan lama membuat akses warga menjadi terbatas. Saat ini jalur tersebut hanya memungkinkan dilalui pejalan kaki sehingga mobilitas masyarakat, terutama petani, menjadi kurang optimal.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono mengatakan, survei di 10 lokasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan dan skala prioritas pembangunan.
“Hari ini tim melaksanakan survei di 10 titik yang membutuhkan perhatian untuk pembangunan maupun perbaikan jembatan. Salah satunya di Sungai Blentreng ini. Kami melihat langsung kondisi medan, ukuran sungai, kondisi jembatan lama serta akses masyarakat. Data hasil survei nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dan prioritas pembangunan Jembatan Perintis Garuda,” ujarnya.
Menurut Budiyono, pembangunan jembatan memiliki arti penting bagi wilayah yang aktivitas masyarakatnya banyak bergantung pada sektor pertanian.
Jembatan yang memadai tidak hanya mempermudah warga berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, tetapi juga dapat memperlancar distribusi pupuk maupun sarana produksi lainnya serta memudahkan pengangkutan hasil pertanian.
Survei tersebut menjadi bagian dari langkah awal Kodim 0815/Mojokerto dalam memetakan kebutuhan infrastruktur penghubung di wilayah binaan. Hasil identifikasi selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan lokasi yang dinilai paling membutuhkan pembangunan atau perbaikan.
Melalui program Jembatan Perintis Garuda, Kodim 0815/Mojokerto berupaya mendorong tersedianya akses penghubung yang lebih aman dan layak, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur. *ds/pendim0815
#kodim0815 #pendim0815
