aksi demonstrasi pendukung calon Ketum PBNU di depan ruang sidang pleno.(suaraharianpagi.id/ds)
Jombang – suaraharianpagi.id
Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memanas pada Minggu (30/8) siang. Massa yang menggelar aksi demonstrasi di tengah jeda sidang pleno pembahasan tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU terlibat kericuhan dengan petugas keamanan.
Kericuhan bermula ketika massa yang mengaku sebagai pendukung salah satu calon Ketua Umum PBNU berupaya mendekati lokasi persidangan. Petugas keamanan Muktamar bersama barisan Pagar Nusa langsung menghadang mereka agar tidak memasuki area sidang.
Aksi saling dorong kemudian terjadi antara demonstran dan petugas. Massa akhirnya berhasil dipukul mundur dari pintu masuk lokasi persidangan.
Namun, massa tidak membubarkan diri. Mereka bergerak menuju akses masuk di sisi barat dan kembali mencoba mendekati area persidangan. Upaya tersebut kembali dihadang petugas keamanan.
Karena tidak dapat masuk, massa kemudian bertahan di depan pintu masuk sembari menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi. Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah pergantian pimpinan sidang yang mereka persoalkan karena dinilai tidak tercantum dalam jadwal sebelumnya.
Perwakilan pengunjuk rasa, Fatoni, kader NU asal Grobogan, Jawa Tengah, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan tuntutan terkait proses persidangan Muktamar.
“Kami datang ke sini untuk menuntut keadilan. Satu, agar pimpinan sidang diganti karena tidak ada dalam jadwal sebelumnya. Kedua, soal pasal iddah politik, yang semalam sidang komisi sudah clear dan sudah ditetapkan. Hari ini harusnya tinggal ketok palu dan mengesahkan,” ujar Fatoni.
Situasi kembali memanas ketika massa mencoba merangsek melalui pintu utama aula. Petugas keamanan berusaha mempertahankan akses masuk agar massa tidak memasuki ruangan persidangan.
Ketegangan kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong hingga adu jotos antara sebagian demonstran yang mengaku sebagai pendukung Gus Yusuf dengan garda pengamanan Muktamar.
Di tengah aksi tersebut, massa juga meminta Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menemui mereka untuk memberikan penjelasan atas tuntutan yang disampaikan.
“Kami tunggu 15 menit agar Gus Ipul dihadirkan di sini,” teriak salah seorang demonstran.
Kericuhan di sekitar pintu masuk aula sempat berdampak pada jalannya agenda Muktamar. Sejumlah peserta sidang yang hendak masuk ke lokasi persidangan harus tertahan karena akses menuju aula masih dipadati massa dan petugas keamanan.
Akibat situasi tersebut, agenda pemilihan dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU sempat mengalami penundaan selama beberapa waktu. Agenda kemudian dapat dilanjutkan setelah kondisi di sekitar lokasi persidangan kembali terkendali.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari panitia Muktamar maupun pimpinan sidang mengenai tuntutan massa, termasuk persoalan pergantian pimpinan sidang yang menjadi salah satu pemicu aksi demonstrasi. *ds/red
#muktamar #nu #aula
