Wabup Mojokerto beri arahan kepada peserta apel peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Lapangan Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Wakil Bupati Mojokerto sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan melalui pembentukan generasi muda yang kreatif, inovatif, terampil, mandiri, dan produktif.
Hal tersebut disampaikan Rizal saat memimpin Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Lapangan Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (29/8) pagi.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-XII tahun ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Menurut Rizal, tema tersebut merupakan bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan serta kemandirian nasional.
“Tema ini merupakan wujud komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita ke-2 Pemerintah Republik Indonesia tentang swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian nasional,” ujar Rizal.
Ia menegaskan, swasembada pangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pertanian atau kegiatan tanam-menanam. Menurutnya, agenda tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemampuan memanfaatkan teknologi, jiwa kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Karena itu, pendidikan kepramukaan dinilai memiliki posisi strategis untuk mengenalkan generasi muda terhadap berbagai sektor pendukung ketahanan pangan, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, pemanfaatan potensi lokal hingga penerapan teknologi tepat guna.
“Kami berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda,” jelasnya.
Rizal juga mendorong agar pendidikan kepramukaan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya melalui konsep learning by doing, tetapi juga perlu diarahkan pada proses belajar, menciptakan, sekaligus menyelesaikan persoalan nyata atau learning, creating, and solving.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat diwujudkan dalam kegiatan yang sesuai dengan potensi daerah. Misalnya, menanam dan mengelola pangan, menjaga lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat, hingga menciptakan berbagai inovasi.
“Harapannya, pengalaman tersebut dapat tumbuh menjadi kegiatan nyata sesuai potensi daerah seperti menanam pangan, mengelola lingkungan, memanfaatkan teknologi, mengembangkan usaha, membantu masyarakat, dan menghadirkan inovasi,” ungkapnya.
Di tengah perkembangan dunia yang semakin cepat, generasi muda juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), ketahanan pangan dan energi, hingga perubahan dunia kerja.
Menurut Rizal, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan penguatan karakter. Nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dinilai menjadi landasan penting dalam membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, memiliki semangat gotong royong, serta peduli terhadap bangsa dan lingkungan.
“Teknologi memberi kemampuan yang semakin besar, karakter yang memberi arah agar kemampuan itu digunakan untuk kebermanfaatan,” tegasnya.
Rizal berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi salah satu wadah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu mendukung agenda ketahanan pangan sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia optimistis, dari generasi muda yang saat ini aktif dalam Gerakan Pramuka akan lahir berbagai profesi yang berkontribusi terhadap pembangunan bangsa, mulai dari petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan, profesional, hingga pemimpin masyarakat.
“Kami percaya, di antara peserta didik kita hari ini, kelak akan lahir petani dan inovator pangan, ilmuwan, teknolog, wirausahawan, profesional, pemimpin masyarakat, hingga menjadi para pemimpin bangsa yang berkarakter dan berintegritas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal juga menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, perangkat daerah terkait, camat, kepala sekolah dan madrasah, orang tua, tokoh masyarakat, serta para relawan yang telah mendukung Gerakan Pramuka dan menyukseskan Peringatan Hari Pramuka ke-65.
Ia berharap sinergi seluruh pihak terus diperkuat, terutama dalam membangun ekosistem pendidikan generasi muda yang produktif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Marilah kita jadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara,” pungkasnya. *ds
#kabupatenmojokerto #pramuka
