Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si. bersama ojol di Pos Satlantas Kenanten.(suaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si. menggagas pengembangan Pos Satlantas Kenanten menjadi pos polisi terpadu bernama Kenanten Police Station. Pos yang berada di Simpang Lima Kenanten, Desa Puri, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan kepolisian, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Gagasan tersebut disampaikan Kapolres Mojokerto saat menggelar ngopi bareng bersama sekitar 20 perwakilan komunitas ojek online (ojol) Mojokerto Raya di Kenanten Police Station, Jumat (28/8).
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan peninjauan pembangunan pos yang saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Hadir pula Kasi Pengendalian dan Operasional UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Provinsi Jawa Timur Akhmad Yazid, S.Sos., Kasat Intelkam AKP Danny Prastiyansyah, S.E., serta Kasat Lantas AKP Bernadus Bagas Simarmata, S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S.
Kapolres Mojokerto mengatakan, Kenanten Police Station akan dikembangkan dengan konsep pelayanan terpadu yang memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.
“Kita berfokus pada pengembangan pos lalu lintas menjadi stasiun terpadu yang dilengkapi fasilitas kesehatan darurat, area istirahat bagi ojek online dan konvensional, serta penataan ulang jalur lalu lintas di sekitar terminal Mojokerto,” kata AKBP Andi.
Sejumlah fasilitas umum disiapkan, mulai dari ruang kesehatan darurat dengan konsep IGD, area istirahat, toilet hingga akses WiFi. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi tempat singgah yang layak bagi pengemudi ojol maupun ojek konvensional.
“Nantinya di pos ini kita akan menyediakan kelengkapan fasilitas umum seperti WiFi dan toilet. Memang butuh waktu, saat ini pembangunan sudah 70 persen. Ini bentuk keseriusan kami menindaklanjuti saran dari rekan-rekan ojol,” ujarnya.
Tak hanya menyediakan fasilitas, Kapolres Mojokerto juga menggagas peningkatan kemampuan petugas dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat.
Menurutnya, lokasi Simpang Lima Kenanten merupakan salah satu titik yang perlu mendapat perhatian karena tingginya aktivitas kendaraan dan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Polisi lalu lintas diharapkan memiliki pengetahuan penanganan pertama, fokus pada penanganan kasus gawat darurat seperti masalah jantung dan pernapasan. Kami juga berharap Dinkes bisa menyiapkan tim atau relawan untuk berkolaborasi,” jelasnya.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari komunitas ojol. Margono, perwakilan komunitas Shopee, mengusulkan agar para pengemudi juga dilibatkan dalam pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD).
“Saya sarankan kita diajarkan bersama-sama supaya tidak tergantung petugas dan relawan. Saya berharap kita dibekali pelatihan PPGD agar bisa mengerti pertolongan pertama di lapangan,” ucapnya.
Kapolres Mojokerto langsung menyetujui usulan tersebut. Ia berkomitmen memfasilitasi pelatihan bagi para ojol yang kerap beraktivitas di sekitar Kenanten.
“Untuk pelatihan bersama nanti akan kita berikan bagi ojol yang sering mangkal di pos ini. Peralatan pertolongan pertama gawat darurat juga akan kami sediakan,” jawabnya.
Dukungan juga disampaikan Dony, perwakilan Grab Mojokerto Community. Ia mengapresiasi rencana penyediaan tempat singgah bagi pengemudi ojol karena dinilai dapat memberikan kenyamanan sekaligus mengurangi potensi gangguan terhadap arus lalu lintas.
“Kami mengucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolres Mojokerto. Kami bahagia karena dibuatkan tempat yang nyaman buat stay dan tidak ada hambatan untuk menarik penumpang. Semoga ini menjadi tempat ternyaman bagi kita untuk mangkal dan berkoordinasi,” tuturnya.
Kapolres Mojokerto menegaskan komunikasi dengan komunitas ojol akan terus dilakukan secara rutin untuk menampung berbagai masukan maupun keluhan di lapangan.
“Terima kasih atas saran yang diberikan. Nantinya kita akan usahakan sering-sering bertemu di tempat ini untuk berkoordinasi dan mendengarkan masukan dari rekan-rekan ojol,” tegasnya.
Selain membahas fasilitas bagi komunitas ojol, Kapolres Mojokerto juga melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait kondisi lalu lintas di Simpang Lima Kenanten.
Kawasan tersebut dinilai krusial karena menjadi jalur yang dilalui sekitar 300 unit truk setiap hari dari arah Kabupaten Mojokerto.
“Simpang Lima Kenanten memerlukan penanganan segera. Sebagai langkah awal perlu pendataan volume kendaraan, evaluasi rambu dan APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas), kajian pemindahan traffic light, optimalisasi bahu jalan, serta penataan drop zone,” paparnya.
Hasil pendataan dan evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan rekayasa lalu lintas. Untuk jangka panjang, Polres Mojokerto juga akan mengkaji kemungkinan pembangunan flyover untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.
Sementara itu, Kasi Pengendalian UPT P3 LLAJ Mojokerto Akhmad Yazid menyoroti kondisi jalan dari arah utara yang menurun dan relatif sempit karena terdapat saluran air.
“Akses dari arah utara menuju perempatan memiliki kondisi jalan menurun dan relatif sempit. Perlu koordinasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan MoU untuk pengaturan area. Aktivitas ojek pangkalan dan area naik-turun penumpang juga harus ditata agar tidak mengganggu arus,” ungkapnya.
Akhmad Yazid mengatakan usulan pembangunan flyover di kawasan tersebut sebelumnya telah muncul, tetapi hingga kini belum terealisasi. Masukan dari Polres Mojokerto akan dibawa untuk dibahas lebih lanjut di tingkat provinsi.
“Masukan dari Bapak Kapolres Mojokerto dan pihak terkait akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah tindak lanjut serta penanganan lalu lintas di Simpang Lima Kenanten,” jelasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan peninjauan langsung ke sejumlah titik di Simpang Lima Kenanten. Kapolres Mojokerto bersama jajaran Dishub melihat kondisi kawasan yang dinilai rawan kemacetan maupun konflik antar-pengguna jalan.
Ke depan, Kenanten Police Station diharapkan dapat menjadi percontohan pos terpadu yang menggabungkan fungsi keamanan, pelayanan kesehatan darurat, serta fasilitas pendukung bagi komunitas transportasi online dan masyarakat pengguna jalan. *ds
#polresmojokerto #ojol #kenanten
