AKBP Ardi Kurniawan didampingi Wakil Bupati Jombang KH Salmanudin dan Komandan Satuan Radar 405 Ploso Letkol Lek Bayu Ardiansyah memeriksa perlengkapan, berbagai sarana pendukung penanggulangan bencana.(suaraharianpagi.id/red)
Jombang – suaraharianpagi.id
Menghadapi potensi meningkatnya bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) pada puncak musim kemarau 2026, Polres Jombang bersama Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana dan Gelar Sarana Prasarana di Lapangan Mapolres Jombang.
Apel dipimpin Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan didampingi Wakil Bupati Jombang KH Salmanudin dan Komandan Satuan Radar 405 Ploso Letkol Lek Bayu Ardiansyah. Kegiatan tersebut diikuti personel TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), organisasi kemasyarakatan, relawan, serta sejumlah instansi terkait sebagai wujud sinergi menghadapi potensi bencana di Kabupaten Jombang.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana. Menurutnya, setiap unsur harus memperkuat langkah pencegahan, meningkatkan koordinasi, serta mengoptimalkan kolaborasi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Kapolres juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjadikan apel kesiapsiagaan sebagai momentum meningkatkan kewaspadaan sekaligus mengevaluasi pengalaman penanganan bencana pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, strategi mitigasi dan respons darurat dapat terus disempurnakan.
Selain itu, masyarakat diajak memperkuat semangat gotong royong melalui pelaporan dini apabila menemukan titik api. Sosialisasi pencegahan kebakaran diharapkan terus digencarkan hingga tingkat RT, RW, desa, serta para pemilik dan pengelola lahan agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.
Kapolres juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, kebun, maupun pekarangan selama musim kemarau. Kondisi vegetasi yang kering dinilai sangat rentan memicu api cepat meluas dan menimbulkan kebakaran berskala besar.
Tak kalah penting, ia menekankan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah desa, relawan, hingga masyarakat menjadi faktor utama dalam menghadapi situasi darurat.
Mengakhiri arahannya, Kapolres mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat pengabdian serta memohon keselamatan agar Kabupaten Jombang terhindar dari berbagai bencana selama musim kemarau.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan operasional, perlengkapan, serta berbagai sarana pendukung penanggulangan bencana. Pengecekan dilakukan guna memastikan seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai sehingga dapat segera dioperasikan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, Polres Jombang bersama Pemerintah Kabupaten Jombang berharap koordinasi lintas sektor semakin solid sehingga dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin. *irw/ds
#polresjombang #humaspolresjombang
