Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa memberangkatkan peserta Kesiman Trawas Culture Carnival 2026.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Ribuan warga memadati jalur utama Kecamatan Trawas untuk menyaksikan Kesiman Trawas Culture Carnival 2026, Sabtu (1/8/2026). Karnaval budaya yang digelar Pemerintah Kecamatan Trawas ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus ajang promosi budaya, pariwisata, dan pemberdayaan UMKM lokal.
Kegiatan tersebut secara resmi diberangkatkan oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra dari titik start di Desa Ketapanrame. Rute sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer ditempuh para peserta hingga garis akhir di Desa Kesiman.
Sebanyak 18 peserta dari 13 desa se-Kecamatan Trawas turut memeriahkan karnaval dengan menampilkan berbagai kreasi budaya, seni tradisional, hingga atraksi khas dari masing-masing desa. Penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun wisatawan yang memadati sepanjang rute pawai.
Dalam sambutannya, Camat Trawas Lies Setyautaminingsih, S.P., M.M. menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 merupakan kegiatan yang sepenuhnya dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang dilaksanakan bersama Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Trawas. Seluruh pelaksanaannya merupakan hasil swadaya masyarakat dari 13 desa di Kecamatan Trawas. Hari ini terdapat 18 peserta yang ikut memeriahkan karnaval, termasuk peserta yang menampilkan kreasi budaya dari Desa Penanggungan,” ujar Lies.
Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM, pelaku usaha, dan pengelola destinasi wisata di Kecamatan Trawas.
“Kami berharap kegiatan ini mampu menaikkan level UMKM, memberikan dampak positif bagi pelaku usaha maupun pengelola wisata, serta semakin banyak mendatangkan wisatawan ke Kecamatan Trawas,” katanya.
Lies menjelaskan, sebelum pelaksanaan karnaval, panitia telah menggelar lima kali rapat koordinasi guna memastikan seluruh peserta memahami aturan yang telah disepakati bersama. Aturan tersebut meliputi ketertiban selama pawai, penghormatan terhadap norma sosial masyarakat, pengaturan waktu istirahat, hingga pembatasan volume suara di sejumlah titik.
“Kami mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Trawas. Harapan kami seluruh peserta mematuhi aturan yang telah disepakati sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Mojokerto yang dinilai menjadi motivasi dan penyemangat bagi masyarakat Kecamatan Trawas.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Bupati Mojokerto. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi masyarakat Trawas untuk terus melestarikan budaya sekaligus memajukan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh desa di Kecamatan Trawas yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan karnaval budaya tersebut.
Ia menilai Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 merupakan kegiatan yang sangat positif karena tidak hanya menjadi sarana memperingati HUT RI ke-81, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Mojokerto menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan Kesiman Trawas Culture Carnival 2026. Ini merupakan kegiatan yang luar biasa karena selain memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, juga menjadi upaya meningkatkan UMKM dan menarik lebih banyak wisatawan datang ke Kecamatan Trawas,” ujar Bupati.
Menurutnya, Trawas memiliki potensi alam yang luar biasa dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Mojokerto. Keindahan alam yang dimiliki menjadi anugerah yang harus dijaga sekaligus dipromosikan melalui berbagai kegiatan kreatif.
“Kita semua mengetahui bahwa Trawas merupakan salah satu primadona wisata di Kabupaten Mojokerto. Setiap akhir pekan kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Melalui kegiatan seperti ini, saya berharap jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Muhammad Al Barra juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala desa, perangkat desa, panitia, serta masyarakat dari 13 desa yang telah menunjukkan semangat gotong royong dan kekompakan dalam menyukseskan acara tersebut.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa seluruh desa di Kecamatan Trawas memiliki kekompakan yang luar biasa. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan, baik dalam memperingati Hari Kemerdekaan, Muharam, maupun peringatan hari besar lainnya, sekaligus menjadi upaya menjaga, merawat, dan melestarikan budaya atau uri-uri budaya yang dimiliki Trawas,” tuturnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga ketertiban selama mengikuti pawai sehingga seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan tertib, menjaga ketertiban umum, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Trawas. Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi kemajuan Kecamatan Trawas,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Muhammad Al Barra secara resmi membuka Kesiman Trawas Culture Carnival 2026.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Kesiman Trawas Culture Carnival 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai.”
Karnaval budaya tersebut berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat yang memenuhi sepanjang rute pawai. Selain menjadi hiburan rakyat dalam menyambut HUT RI ke-81, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya lokal, meningkatkan kunjungan wisata, serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui sektor UMKM dan pariwisata di Kecamatan Trawas.(Dsy/adv)
