Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata sedang menanam jagung di lahan tanah kas desa Kalipuro, Pungging.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan para petani kembali diperkuat melalui kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026 di lahan Tanah Kas Desa (TKD) Kalipuro, Dusun Lebak, Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dr.(C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., bersama jajaran Pejabat Utama Polres Mojokerto dan unsur Forkopimca Pungging.
Penanaman jagung dilakukan di atas lahan seluas enam hektare sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan dan percepatan terwujudnya Swasembada Pangan Nasional yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Jenis benih yang ditanam merupakan jagung pipil atau jagung pakan ternak, komoditas yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan industri pakan di Indonesia. Dengan masa tanam sekitar 80 hingga 110 hari, hasil panen diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung perekonomian para petani.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Kapolres Mojokerto bersama Forkopimca Pungging dan perwakilan kelompok tani. Setelah itu, Kapolres menyerahkan bantuan bibit jagung hibrida kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
Kapolres Mojokerto AKBP Dr.(C) Andi Yudha Pranata mengatakan bahwa Polri memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberhasilan program pemerintah, termasuk di sektor pertanian yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Polri siap mendukung dan mengawal berbagai program pemerintah agar dapat berjalan optimal. Melalui sinergi dengan Forkopimca, pemerintah desa, serta para petani, kami berharap produksi jagung di Kabupaten Mojokerto terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap tercapainya Swasembada Pangan Nasional,” kata AKBP Andi Yudha Pranata.
Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sektor pertanian. Oleh karena itu, Polri akan terus hadir untuk memberikan dukungan dan pendampingan terhadap berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani.
Usai penanaman, Kapolres Mojokerto bersama Forkopimca menggelar dialog dengan para petani. Berbagai persoalan dan masukan disampaikan dalam diskusi tersebut, mulai dari pemanfaatan lahan pertanian, kebutuhan sarana produksi, hingga upaya meningkatkan hasil panen jagung yang diperkirakan akan memasuki masa panen sekitar tiga bulan mendatang.
Kapolres menegaskan bahwa komunikasi yang terjalin antara pemerintah, aparat, dan kelompok tani merupakan modal penting dalam menyelesaikan berbagai tantangan di sektor pertanian.
“Setiap aspirasi dari para petani menjadi perhatian kami. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis berbagai kendala dapat diatasi sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui Penanaman Jagung Serentak Kuartal III Tahun 2026, Polres Mojokerto berharap semangat kolaborasi antarinstansi dan kelompok tani terus terjaga. Pemanfaatan lahan Tanah Kas Desa secara produktif diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung terwujudnya Swasembada Pangan Nasional.(Dsy)
