personel TNI bersama masyarakat menggelar doa bersama di dekat lokasi pembangunan jembatan. (suaraharianpagi.id/pendim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Program Jembatan Perintis Garuda kembali berlanjut. Kali ini, pembangunan Tahap VI resmi dimulai di atas Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (11/7). Sebelum pekerjaan fisik dimulai, personel TNI bersama masyarakat menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon kelancaran dan keselamatan selama proses pembangunan berlangsung.
Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan tersebut. Anggota Babinsa, personel Denzibang, dan warga setempat duduk bersama memanjatkan doa, menandai dimulainya pembangunan jembatan gantung yang nantinya akan menjadi akses penting bagi masyarakat.
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono mengatakan, doa bersama menjadi simbol kebersamaan sekaligus harapan agar seluruh proses pembangunan berjalan aman, lancar, dan selesai sesuai target.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan. Melalui doa bersama, kami berharap seluruh personel dan masyarakat diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jembatan gantung di Desa Tumapel merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda yang bertujuan membuka akses masyarakat di wilayah yang selama ini masih terkendala kondisi geografis.
Jembatan sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut akan menghubungkan sisi selatan Kecamatan Dlanggu dengan sisi utara Kecamatan Bangsal. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil pertanian, sekaligus menjadi jalur yang lebih aman bagi para pelajar.
“Hingga saat ini terdapat 11 titik sasaran pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0815/Mojokerto yang dilaksanakan secara bertahap. Jembatan di Desa Tumapel memiliki nilai strategis karena menghubungkan dua kecamatan. Selain memperlancar aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian, jembatan ini juga diprioritaskan untuk mendukung akses pendidikan agar anak-anak sekolah dapat berangkat dan pulang dengan lebih aman, nyaman, dan efisien,” jelas Budiyono.
Keberadaan jembatan tersebut diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 2.150 jiwa atau 755 kepala keluarga, termasuk para petani yang setiap hari beraktivitas di lahan pertanian di sekitar Sungai Kali Gede.
Dengan kondisi cuaca yang mendukung serta keterlibatan aktif masyarakat, Kodim 0815/Mojokerto optimistis pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VI dapat diselesaikan sesuai rencana. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pengungkit aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat di Desa Tumapel maupun wilayah sekitarnya. *ds
Tag :
#kodim0815/mojokerto #pendim0815/mojokerto
