Kondisi KRL Commuter Line yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek.(Foto: Istimewa)
Bekasi — Suaraharianpagi.id
Kecelakaan serius melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL yang tengah berhenti di stasiun.
Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan penumpang luka-luka, menjadikannya salah satu kecelakaan kereta api paling tragis dalam beberapa waktu terakhir.
Seorang penumpang KRL yang selamat, Andi (42), mengungkapkan bahwa kereta yang ditumpanginya saat itu sedang berhenti ketika tiba-tiba dihantam dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
“Kejadiannya sangat cepat, kereta jarak jauh langsung menabrak KRL kami,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Diduga, kecelakaan bermula dari sebuah mobil listrik yang mogok di perlintasan sebidang dan tertemper kereta. Kondisi tersebut diduga memicu rangkaian kejadian hingga berujung tabrakan.
Data sementara mencatat, kecelakaan ini melibatkan KRL PLB 5568A relasi Kampung Bandan–Cikarang dan KA Argo Bromo PLB 4B relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Peristiwa ini disebut sebagai yang pertama dalam sejarah perkeretaapian nasional, yang mempertemukan tabrakan antara kereta jarak jauh dan kereta komuter.
Pakar transportasi Ki Darmaningtyas menilai insiden ini sebagai peristiwa serius yang perlu ditelusuri secara menyeluruh.
“Selama ini belum pernah terjadi tabrakan antara kereta jarak jauh dengan KRL. Ini menunjukkan adanya persoalan manajerial yang harus diaudit,” katanya.
Hingga Selasa (28/4/2026) pukul 09.00 WIB, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan tujuh orang meninggal dunia dan 81 lainnya mengalami luka-luka. Para korban telah dievakuasi ke tiga rumah sakit terdekat.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dalam kondisi selamat. Saat kejadian, kereta tersebut mengangkut sekitar 240 penumpang.
“Semua penumpang Argo Bromo Anggrek selamat,” ujarnya.
Benturan terparah terjadi pada gerbong paling belakang KRL, yang merupakan gerbong khusus wanita. Beberapa korban sempat terjepit di dalam rangkaian tersebut.
Hingga pukul 05.11 WIB, tim SAR masih berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di gerbong nomor delapan.
Akibat kejadian ini, operasional Stasiun Bekasi Timur untuk sementara dihentikan guna mendukung proses evakuasi. Layanan KRL pun dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
“Kami menutup sementara Stasiun Bekasi Timur agar proses evakuasi bisa dilakukan secara maksimal,” kata Anne.(Red)
