Longsor yang menutup akses jalan di Dusun/Desa Jembul, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Tanah longsor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto. Kali ini, bencana dipicu hujan deras yang mengguyur Kecamatan Jatirejo dan menyebabkan dua titik longsor di Dusun Jembul, Desa Jembul, Rabu (21/1/2026) malam.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 18.30 WIB. Di titik pertama, material longsor menimpa bagian belakang rumah milik Yono, warga Dusun Jembul RT 04 RW 02. Longsoran tanah dengan panjang sekitar 4 meter dan tinggi 3 meter itu menyebabkan kerusakan pada struktur rumah, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Longsor juga terjadi di titik kedua yang berdampak pada infrastruktur desa. Material tanah menutup saluran irigasi dan memutus pipa aliran air warga. Panjang longsoran di lokasi ini mencapai sekitar 20 meter dengan ketinggian hingga 10 meter. Nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam tahap pendataan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menyebutkan bahwa faktor utama penyebab longsor adalah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang terjadi dalam durasi cukup lama.
“Berdasarkan pantauan BMKG Juanda, wilayah Jatirejo diguyur hujan cukup lama dengan intensitas sedang sampai tinggi. Kondisi tersebut membuat tanah tidak stabil dan akhirnya terjadi longsor di dua lokasi,” kata Abdul Khakim.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Mojokerto bersama TNI, Polri, relawan, dan warga setempat langsung melakukan penanganan di lapangan. Fokus utama penanganan adalah pembersihan material longsor dan pemulihan akses yang terdampak.
“Untuk titik rumah warga, tim gabungan melakukan pembersihan sekaligus membangun dinding penahan di bagian belakang rumah. Sementara di lokasi saluran air, material longsor sudah dibersihkan dan aliran air kembali normal,” tambahnya.
BPBD Kabupaten Mojokerto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan lebat, mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi di sejumlah wilayah rawan.*dsy
