Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan dan menewaskan bocah delapan tahun.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 16.40 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat dan dua kendaraan mobil barang, yakni Hino tronton tangki dan Daihatsu Grandmax blind van. Seorang anak berusia delapan tahun meninggal dunia dalam kejadian ini.
Berdasarkan informasi kepolisian, kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Beat yang dikendarai ILJ (18), pelajar asal Jetis, melaju dari arah barat ke timur. Motor tersebut membonceng dua anak, masing-masing BSK (8) dan EWFP (6), keduanya juga warga Jetis.
Setibanya di lokasi, ILJ mencoba mendahului mobil Daihatsu Grandmax blind van nopol L 9286 CK, yang dikemudikan TAP (27), warga Jombang, yang melaju searah di depannya. Saat manuver mendahului dari sisi kanan, pengendara mendapati sebuah truk Hino tronton tangki yang dikemudikan MTR (22), warga Puri Mojokerto, datang dari arah berlawanan.
Mengetahui kondisi tersebut, ILJ langsung melakukan pengereman. Namun, kondisi jalan yang basah akibat hujan menyebabkan motor kehilangan kendali hingga tergelincir.
Motor terjatuh ke bagian depan sisi kiri, menyebabkan para penumpangnya ikut terseret. Naas, salah satu penumpang, BSK, terpental hingga masuk ke lajur berlawanan dan terlindas truk Hino yang sedang melintas.
Akibat kecelakaan ini, BSK mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.
Sementara itu, EWFP (6) mengalami luka pada tangan kiri, dan TAP pengemudi Grandmax mengalami luka di tangan kanan. Keduanya mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sama. Pengendara motor ILJ dinyatakan selamat.
Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Galih Yasir Mubarok, S.T.K., S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terlebih pada musim hujan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu menaati aturan lalu lintas. Saat musim penghujan, kondisi jalan licin dan jarak pandang berkurang. Bila mengantuk segera menepi dan beristirahat di tempat aman. Jaga jarak, jangan menyalip apabila ruang tidak cukup, dan selalu konsentrasi serta beretika dalam berkendara,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga keselamatan demi mencegah kecelakaan serupa terjadi.
“Keselamatan diri sendiri dan orang lain adalah prioritas. Keluarga selalu menunggu di rumah,” tambahnya.
Polisi masih melakukan pendalaman atas kecelakaan tersebut serta memeriksa para saksi. Satlantas Polres Mojokerto Kota kembali menekankan pentingnya kehati-hatian, terutama ketika membawa penumpang anak-anak.*dsy
