Dedy saat ditempat usahanya budidaya ikan cupang.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Nasib tak selalu buruk setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal itu dibuktikan oleh Dedy Prastiono (34), warga Jalan Kemasan Gang 7, Lingkungan Mergelo, Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Setelah di PHK dari salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Surabaya, Dedy justru menemukan jalan baru lewat budidaya ikan cupang yang kini digelutinya secara serius.
Saat didatangi wartawan, rumah Dedy tampak dipenuhi ratusan botol dan galon bekas air mineral yang ia sulap menjadi wadah budidaya cupang berbagai jenis. Usaha ini sudah ditekuninya sejak tiga tahun lalu, berawal dari sekadar coba-coba.
“Awalnya coba-coba gara-gara kepepet karena kondisi. Kita kena PHK, bingung mau kerja apa. Lalu pas main ke rumah teman yang budidaya cupang, akhirnya mulai tertarik,” kata Dedy saat ditemui, Rabu (26/11/2025).
Dedy mengungkapkan, saat ini hampir seluruh jenis cupang tersedia di tempatnya mulai dari cupang aduan hingga cupang hias. Harganya pun beragam, mulai Rp20 ribu hingga jutaan rupiah untuk jenis hias berkualitas tinggi.
“Sekarang hampir tiga tahun jalan. Jenis-jenis di sini hampir lengkap, kurang lebih 90 jenis. Harga juga macam-macam, dari Rp20.000 sampai jutaan tergantung kualitas. Cupang petarung ada, cupang hias ada. Untuk yang spek kontes, kita belum siapkan,” jelasnya.
Untuk pemasaran, Dedy mengandalkan platform e-commerce. Pesanan datang dari berbagai wilayah Indonesia, mulai Pulau Jawa hingga Ambon dan Aceh.
“Hampir seluruh Jawa pernah beli di sini. Luar Jawa juga banyak, seperti Sumatera, Maluku, Ambon, Kalimantan, bahkan Aceh juga ada. Kalau luar negeri, saya belum kirim karena pengurusan regulasinya cukup rumit,” tuturnya.
Dalam operasional harian, Dedy dibantu seorang keponakan. Ia mengatakan perawatan cupang relatif mudah karena tidak membutuhkan penggantian air setiap hari.
“Untuk perawatan simple. Ganti air bisa 3 hari sekali, seminggu, bahkan sebulan, tergantung kondisi. Kalau mau ganti air lebih lama, biasanya pakai pasir Malang atau tanaman hidup. Itu membantu menyerap amonia, sisa makanan, sekaligus menambah oksigen,” tambahnya.
Berawal dari keterpaksaan akibat PHK, kini budidaya cupang menjadi sumber penghasilan utama Dedy. Ia berharap ke depan usahanya bisa berkembang lebih besar dan mampu menembus pasar ekspor.*dsy
