Anggota Forum Aktivis Madura (FAM) saat konferensi pers.(Suaraharianpagi.id/Bun)
Sampang – Suaraharianpagi.id
Forum Aktivis Madura (FAM) kembali melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Sampang terkait ketidakjelasan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026. Kritik itu disampaikan dalam konferensi pers di sebuah kafe di Jalan Imam Ghazali, Sabtu (22/11).
Dalam forum tersebut, dua perwakilan FAM, Gerard dan Maushul Maulana, menuding Pemerintah Kabupaten Sampang bermain “dua kaki” dan sengaja membiarkan Pilkades berada dalam ketidakpastian.
Gerard membuka konferensi pers dengan nada tinggi. Ia menilai Pemerintah sengaja menggantung keputusan terkait Pilkades tanpa alasan yang jelas.
“Sudah terlalu lama Pemerintah membuat publik menunggu tanpa alasan yang jelas. Kalau mereka serius, kenapa semuanya serba abu-abu? Ini seperti menunda hanya untuk menunda,” ujarnya.
Gerard juga menuding adanya manuver di balik pembahasan anggaran Pilkades. Ia menyebut Pemerintah mengusulkan anggaran lebih dari Rp120 juta per desa, jauh lebih besar dibanding kabupaten lain yang rata-rata sekitar Rp80 juta. Menurutnya, lonjakan anggaran itu tidak wajar.
“Anggaran dinaikkan setinggi mungkin lalu dijadikan alasan ‘wah, biayanya besar’. Padahal yang besar itu kebingungannya, bukan kebutuhannya,” sindirnya.
Ia menilai pola tersebut berbahaya karena bisa menjadi celah bagi Pemerintah untuk berkelit dari tanggung jawab.
Selain soal anggaran, FAM juga menyoroti minimnya keberanian Pemerintah mengambil sikap terkait kepastian pelaksanaan Pilkades 2026.
“Pemerintah ini kelihatan ingin aman sendiri. Tidak mau bilang iya, tidak mau bilang tidak. Publik dibiarkan menebak-nebak seperti mencari kucing dalam karung,” ucap Gerard.
Konferensi pers ditutup oleh Maushul Maulana dengan pernyataan keras. Ia menegaskan bahwa FAM tidak akan tinggal diam bila Pemerintah terus mengulur waktu.
“Kami menuntut eksekutif dan legislatif segera menetapkan anggaran dan jadwal Pilkades 2026. Jika masih pura-pura tidak mendengar, aksi jilid dua akan turun lima kali lipat,” tegasnya.
Maushul menyebut bahwa aksi lanjutan itu sudah disiapkan dan akan dimulai pada Selasa (25/11), dengan tujuan langsung ke Jawa Timur.
“Jika terjadi aksi jilid dua, kami mohon Bupati Sampang dan Ketua DPRD jangan lari main petak umpet,” tambahnya.*Bun
