Kabid PIKP Diskominfo Kota Mojokerto, Muhammad Fauzan Suryahadi, saat berkunjung ke Kantor Sekretariat PWI Mojokerto.(suaraharianpagi.id/dsy)
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto menegaskan komitmennya menggandeng insan pers dalam menghadapi tantangan era digital, terutama maraknya hoaks dan disinformasi.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik, Informatika (PIKP) Diskominfo Kota Mojokerto, Muhammad Fauzan Suryahadi, saat berkunjung ke Kantor Sekretariat PWI Mojokerto, Kamis (18/9).
Menurut Fauzan, media massa memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyampaikan program dan kebijakan kepada masyarakat. Namun, di sisi lain, media juga dituntut untuk menjadi benteng pertama dalam melawan arus informasi palsu.
“Sinergi dengan PWI Mojokerto sangat penting, bukan hanya untuk penyebaran informasi pemerintah, tetapi juga untuk memastikan masyarakat menerima berita yang benar di tengah derasnya arus informasi digital,” ujarnya.
Fauzan menambahkan, Diskominfo siap membuka ruang komunikasi yang lebih intens dengan wartawan di Mojokerto. Harapannya, hubungan yang terjalin dapat memperkuat transparansi pemerintah sekaligus menjaga literasi publik.
Sementara itu, Ketua PWI Mojokerto, Aminuddin Ilham, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan Diskominfo memberi manfaat tidak hanya bagi wartawan, melainkan juga masyarakat luas.
“Dengan komunikasi yang baik, jurnalis bisa mendapat akses informasi yang lebih cepat dan akurat. Pada akhirnya, masyarakatlah yang diuntungkan karena mendapatkan informasi terpercaya,” katanya.
Pertemuan ditutup dengan diskusi ringan mengenai dinamika media di Mojokerto. Sejumlah anggota PWI memberikan masukan kepada Diskominfo terkait penyampaian informasi publik dan harapan mereka agar kolaborasi berlanjut dalam bentuk program nyata ke depan. *dsy
