Kapolresta Malang sedang memanen jagung di lahan ketahanan pangan.(Suaraharianpagi.id/sw)
Kota Malang – Suaraharianpagi.id
Polresta Malang Kota, Polda Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Melalui program kemitraan dengan kelompok tani lokal, kepolisian berhasil memanen 2,5 ton jagung kering dari dua lahan pertanian, Senin (25/8/2025).
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Nanang Haryono, S.H., S.I.K., M.Si., menjelaskan panen jagung ini merupakan kelanjutan dari program penanaman yang dilakukan jajaran Polsek Kedungkandang bersama 45 anggota Gapoktan Tani Rejo pada Mei lalu.
Lahan pertama seluas 4.800 meter persegi menghasilkan 1,3 ton jagung. Sedangkan lahan kedua di Jalan Mayjend Sungkono, tepat di depan GOR Ken Arok Arjowinangun, dengan luas 4.000 meter persegi, menghasilkan 1,2 ton jagung.
“Ini wujud komitmen kami untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus memastikan hasil panen dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan warga,” ujar Kombes Nanang, Kamis (28/8).
Ia menjelaskan, bibit jagung yang ditanam adalah jenis Syng’enta dan Afanta, hasil kerja sama Polresta Malang Kota dengan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang. Jagung tersebut ditanam pada 21 Mei 2025 dan kini menghasilkan panen yang melimpah.
Selanjutnya, hasil panen akan disalurkan ke PT Sang Penabur di Kabupaten Malang serta PT Sang Penabur Jalan Atletik Tasikmadu, Lowokwaru.
“Kami akan terus mengawal distribusi hasil panen agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Dalam prosesnya, kepolisian tidak hanya terlibat pada tahap pengawasan, tetapi juga ikut mendampingi petani sejak penanaman, perawatan, pemupukan, hingga masa panen.
“Semua dilakukan dengan melibatkan dan memberdayakan kelompok tani yang tinggal di sekitar lahan,” tambah Kombes Nanang.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Malang Kota Polda Jatim telah aktif menjadi motor penggerak program swasembada pangan.
Berbagai kerja sama telah dijalankan, baik dengan kelompok tani maupun lingkungan pondok pesantren, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.*sw
