Siswa SMPN 1 Mojoanyar saat menjalani perawatan di Puskesmas Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto.(Suaraharianpagi.id/Desy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Sebanyak 17 siswa SMPN 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami mual, muntah dan diare pada Rabu (7/10/2026). Mereka mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala gangguan kesehatan sejak pagi.
Dari belasan siswa tersebut, delapan di antaranya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Kondisi para siswa yang menjalani perawatan dilaporkan berangsur membaik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, membenarkan adanya sejumlah siswa SMPN 1 Mojoanyar yang mendapatkan penanganan medis.
“Saat ini masih dirawat 8 anak. Kondisi rata-rata membaik,” kata Dyan.
Munculnya gejala tersebut menjadi perhatian lantaran para siswa sebelumnya menerima makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah pada Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan MBG yang disantap para siswa sehari sebelumnya berupa menu ayam dengan bumbu kacang atau sate, serta acar.
Makanan tersebut didistribusikan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Kecamatan Mojoanyar.
SPPG tersebut diketahui melayani sekitar 2.919 penerima manfaat. Di antaranya merupakan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Mojoanyar dengan jumlah penerima sekitar 1.500 siswa.
Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto belum memastikan adanya hubungan langsung antara makanan MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya dengan gejala kesehatan yang dialami para siswa.
Dyan mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab pasti munculnya mual, muntah dan diare yang dialami para siswa.
“Saat ini sedang kami telusuri penyebabnya,” tandasnya.
Penelusuran tersebut dilakukan untuk memastikan faktor yang menyebabkan belasan siswa mengalami gejala gangguan kesehatan secara bersamaan. Termasuk memastikan apakah terdapat kaitan dengan makanan yang dikonsumsi para siswa sehari sebelumnya.
Sementara itu, dari total 17 siswa yang mendapatkan penanganan medis, sebanyak delapan anak masih menjalani perawatan. Kondisi mereka hingga Rabu dilaporkan rata-rata membaik.
Hasil pemeriksaan dan penelusuran Dinas Kesehatan nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti munculnya gejala tersebut, sekaligus memastikan keamanan makanan yang didistribusikan dalam program MBG di sekolah.(Dsy)




